Kebakaran Hutan Bromo Meluas Jadi 127 Hektare, Helikopter hingga Drone Water Bombing Dikerahkan

Hanif Pratama • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:56 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Sumber: istimewa)
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Sumber: istimewa)

PROBOLINGGO, RADAR MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga memasuki hari kelima. Luas area yang terdampak kini mencapai sekitar 127 hektare berdasarkan data Balai Besar TNBTS per Jumat (7/8/2026).

Kebakaran bermula pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Blok Bantengan, Lembah Watangan, Kabupaten Lumajang. Saat itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 7,9 hektare.

Api kemudian terus meluas dalam beberapa hari berikutnya. Pada Rabu (5/8), area terdampak meningkat menjadi sekitar 15 hektare. Sehari kemudian, kobaran api menjalar hingga wilayah Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sebelum akhirnya mencapai sekitar 127 hektare pada Jumat.

Hingga Jumat siang, petugas gabungan masih berupaya memadamkan dua titik api yang berada di Blok Jantur. Lokasi tersebut berada di lereng curam sehingga sulit dijangkau oleh personel darat. Sementara itu, titik api di kawasan Blok Watugede dilaporkan telah berhasil dikendalikan.

Proses pemadaman menghadapi tantangan cuaca. Embusan angin kencang pada siang hari membuat api cepat merambat ke vegetasi kering, sedangkan kabut tebal yang muncul pada sore hingga malam membatasi jarak pandang dan menyulitkan operasi pemadaman dari udara. Perubahan arah angin juga menyebabkan bara api kembali menyala di sejumlah titik yang sebelumnya telah dipadamkan.

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan mengerahkan dua helikopter water bombing, termasuk satu unit milik TNI Angkatan Laut, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengoperasikan drone water spray berkapasitas 100 liter yang menyemprotkan cairan busa (foam) ke titik api di kawasan Watugede.

Di darat, petugas terus melakukan pemadaman menggunakan sprayer air, alat pemukul api (gebyok), serta membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas ke kawasan savana dan hutan di sekitarnya.

Demi alasan keselamatan, Balai Besar TNBTS menutup sementara tiga pintu masuk wisata, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Wisatawan yang menuju kawasan Bromo untuk sementara hanya diperbolehkan sampai area Lautan Pasir.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, titik awal kebakaran diduga berasal dari kawasan Blok Bantengan–Jantur. Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia, bukan faktor cuaca. Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca hanya mempercepat penyebaran api setelah kebakaran terjadi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan belum dapat menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut karena proses pendataan masih berlangsung seiring upaya pemadaman yang terus dilakukan.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
kebakaran hutan TNBTS Probolinggo gunung bromo