MALANG, RADAR MALANG – Satu pekan menuju Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-81, seluruh jajaran pemerintah dan panitia tengah gencar mempersiapkan rangkaian kebutuhan untuk upacara pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sama seperti tahun sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menggelar upacara tersebut di halaman Istana Merdeka Jakarta. Upacara peringatan HUT RI tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menjelang dua tahun masa jabatan Presiden Prabowo, upacara HUT RI selalu digelar di Istana Merdeka Jakarta. Pada dua tahun yang bersamaan pula perayaan upacara tersebut tetap digelar di Ibu Kota Nasional (IKN), hanya saja memang tak semeriah dan seunggul upacara HUT RI ke 79 pada tahun 2024, saat upacara dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: MK Putuskan Ibu Kota Tetap Jakarta, Politisi Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN agar Tak Mubazir
Meski upacara utama digelar di Jakarta, Presiden Prabowo memastikan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-81 juga akan tetap digelar di IKN Kalimantan Timur. Upacara tersebut akan dikoordinasikan oleh otoritas IKN. Sehingga, upacara nasional peringatan HUT RI dilaksanakan tidak hanya di Istana Merdeka Jakarta, namun juga di IKN Kalimantan Timur.
Selain digelar di dua tempat, upacara nasional kemerdekaan Indonesia tahun ini diprediksi akan memiliki atmosfer yang lebih hidup. Tahun ini, upacara nasional tersebut tak hanya dapat didatangi oleh pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan. Masyarakat umum juga diizinkan untuk menghadiri upacara nasional di Jakarta dengan melakukan pendaftaran online pada 5-7 Agustus 2026 lalu.
Baca Juga: War Tiket Upacara HUT RI Berakhir, 336 Ribu Daftar Rebutan 8.990 Kursi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pada upacara nasional di Jakarta akan dihadiri oleh 128.331 masyarakat umum. Adapun peserta umum tersebut merupakan masyarakat dari 36 provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti 'war ticket', yang tersebar di 36 provinsi, bahkan ada peserta dari mancanegara," ungkap Prasetyo. Dilansir dari Antara News.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber