MALANG, RADAR MALANG – Peringatan Hari Pramuka pada Jumat, 14 Agustus 2026 ini menandai usia ke-65 Gerakan Pramuka sejak diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961.
Meski diperingati secara nasional, 14 Agustus tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) hari libur nasional 2026, libur di bulan Agustus hanya jatuh pada tanggal 17 dan 25. Artinya, kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun aktivitas perkantoran tetap berjalan seperti biasa pada hari itu.
Meski bukan hari libur, banyak sekolah dan gugus depan tetap menggelar upacara maupun kegiatan khusus untuk memperingati hari jadi organisasi kepanduan ini. Upacara bendera menjadi kegiatan utama, dilengkapi dengan amanat pembina, pembacaan doa, hingga aneka lomba kepramukaan sebagai bentuk perayaan tambahan.
Baca Juga: Hari Veteran Nasional di Malang, Khofifah dan Wahyu Hidayat Terima Bintang LVRI
Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka telah menetapkan tema resmi peringatan tahun ini, yaitu Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045. Tema tersebut mengandung tiga pesan utama, mulai dari penguatan organisasi menjadi lebih modern dan profesional, dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional, hingga penyiapan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bersamaan dengan penetapan tema, Kwarnas juga meluncurkan logo resmi Hari Pramuka ke-65 pada 17 April 2026. Angka 65 menjadi elemen utama logo dengan garis melengkung yang menyerupai aliran air dan kepakan sayap, menggambarkan fleksibilitas dan semangat progresif Gerakan Pramuka.
Logo ini tetap mempertahankan unsur identitas kepramukaan berupa tunas kelapa dan lingkaran kepramukaan dunia, sementara perpaduan warna merah putih dan emas merepresentasikan keberanian serta optimisme menuju masa depan.
Perlu dicatat, usia 65 tahun ini dihitung sejak Gerakan Pramuka resmi berdiri sebagai organisasi tunggal pada 1961, bukan usia keseluruhan sejarah kepanduan di Indonesia yang sebenarnya sudah dimulai jauh lebih awal, sejak masa Hindia Belanda.
Bagi sekolah maupun gugus depan yang belum menyiapkan susunan acara, Pedoman teknis pelaksanaan upacara masih mengacu pada Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di dalam Gerakan Pramuka.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber