Masih Rasakan Gempa, Warga Nagekeo Bertahan di Tenda

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 07:24 WIB
DARURAT: Warga Nagekeo tinggal di salah satu tenda yang mereka di area perbukitan pasca gempa NTT, (16/8).
DARURAT: Warga Nagekeo tinggal di salah satu tenda yang mereka di area perbukitan pasca gempa NTT, (16/8). Foto: Muksin Kota for Radar Malang

NAGEKEO, RADAR MALANG - Warga masih merasakan trauma pasca gempa yang melanda NTT. Hingga pagi ini (17/8), tepat di peringatan Hari Kemerdekaan RI, ratusan warga memilih tetap tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Mereka masih takut terjadi gempa susulan. "Masih terasa sampai sekarang," ujar Muksin Kota, salah satu warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesea, Kabupaten Nagekeo, pagi ini.

Menurutnya, sekitar pukul 06.30 WIB beberapa gempa kecil dan sedang kembali dirasakan warga. Hal itulah yang membuat mereka memilih berada di lokasi pengungsian. Baik di tenda darurat mandiri yang mereka buat di wilayah perbukitan. Maupun tenda-tenda bantuan yang didirikan di sejumlah titik. "Gempanya itu kecil kecil, terus besar, terus kecil lagi, terus besar lagi," bebernya.

Untuk diketahui, Sabtu lalu (15/8), gempa kekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang NTT. Peringatan tsunami pun sempat dikeluarkan. Gempa tektonik itu meluluh lantahkan sejumlah desa. Beberapa dengan kondisi cukup parah. Seperti di Desa Tonggorambang, Marapokot, dan Nagadhero.

Warga yang sempat pontang-panting ketakutan menyelamatkan diri, kini banyak berada di pengungsian. Jaraknya sekitar 10-15 kilometer dari bibir pantai yang dianggap lebih aman. "Kami memilih di sini dulu. Sampai situasi benar-benar aman," tandas Muksin. (*)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
nagekeo warga Tenda NTT Gempa