NAGEKEO, RADAR MALANG - Masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, warga terdampak gempa NTT, sangat membutuhkan sejumlah bantuan. Mulai dari makanan, air bersih, hingga selimut. "Terutama buat anak dan lansia," beber Muksin Kota, salah satu warga yang tinggal di pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Menurutnya, kebutuhan akan air bersih sangat mendesak. "Untuk masak saja setengah mati, bantuan masih belum ada," bebernya.
Hal yang sama menurutnya juga berlaku soal makanan dan selimut. Apalagi saat malam, cuaca menurutnya sangat dingin. "Baju-baju kami juga bawa seadanya," papar Muksin.
Informasi yang dihimpun Radar Malang, terdapat sejumlah titik pengungsian pasca terjadinya gnyaempa NTT. Salah satunya yang difokuskan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Setidaknya di lokasi ini, ada sekitar 300 orang yang terpaksa tinggal di tenda-tenda. Mereka berasal dari tiga desa yakni Desa Tonggurambang, Marapokot, da Nagadhero. Ketiga desa ini menjadi sejumlah daerah dengan kondisi yang cukup parah.
Ratusan warga di wilayah tersebut memang terpaksa mengungsi pasca gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang NTT, Sabtu lalu (15/8). Disertai potensi tsunami, bencana itu sempat membuat warga panik.
Warga yang ketakutan berlarian ke tempat yang tinggi. Beberapa menuju perbukitan. Sementara yang lain menjauh ke arah kota, sekitar 10-15 kilometer dari bibir pantai.
Akibat gempa itu, banyak yang rumahnya tak bisa lagi ditempati. Sejumlah rumah yang dindingnya bata, ambrol. Sementara yang dari kayu banyak yang rusak. "Kami masih takut kembali ke rumah karena sampai pagi ini (17/8) masih kerasa (gempa, Red)," ujar Muksin. (*)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang