MALANG, RADAR MALANG – Upacara nasional di Istana Merdeka merupakan salah satu agenda tahunan yang krusial dalam perayaan Hari Ulang Tahun Indonesia. Tahun ini, pemerintah kembali menggelar upacara nasional di Istana Merdeka yang dilengkapi dengan serangkaian penampilan berbagai seni musik, tarian, hingga atraksi jet tempur.
Upacara perayaan HUT RI ke-81 tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Upacara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan dihadiri oleh para pejabat pemerintahaan, mantan presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo, hingga sejumlah figur publik seperti Raline Shah.
Di tengah semarak perayaan HUT RI Ke-81 yang digelar di Istana Merdeka pagi ini (17/8/2026), Mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru tak bisa merayakan momen istimewa ini di tanah air.
Baca Juga: Kedubes Palestina Ikut Rayakan HUT ke-81 RI di Jakarta, Bentuk Apresiasi untuk Indonesia
SBY merayakan HUT RI Ke-81 ini di Rochester Amerika Serikat karena melakukan pemeriksaan kesehatan Mayo Klinik. Pemeriksaan kesehatan ini rutin dilakukan mantan presiden Indonesia keenam tersebut setiap tahunnya usai menjalani operasi prostat di tahun 2021 lalu.
Atas ketidakhadirannya di Istana Merdeka hari ini, SBY mengucapkan ungkapan permohonan maaf melalui video yang diunggah pada akun kanal Youtubenya @SBYudhoyono pada Minggu, (16/8/2026).
"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Istana Merdeka," ujar SBY. Dilansir dari Kompas.com.
Baca Juga: Sambut HUT Kemerdekaan RI, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Diskon Tiket 17 Persen
Meski tidak dapat menghadiri upacara kemerdekaan hari ini, SBY mengaku bahwa ia masih menyimak pidato kenegaraan dari Presiden Prabowo. SBY menilai bahwa rencana pembangunan pemerintah berkembang dengan semakin baik.
Namun, SBY juga menilai bahwa untuk mewujudkan misi pembangunan tersebut selurub pejabat pemerintahan perlu menjaga kesehatan fiskal negara dengan baik dan menjauhi penyimpangan.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber