JAKARTA, RADAR MALANG – Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fatimah Azzahra, menjadi sorotan publik usai terlihat menangis saat berhadapan langsung dengan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa BEM UI di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Ketegangan terjadi ketika massa mahasiswa berupaya melanjutkan perjalanan menuju lokasi aksi, namun dihadang barikade aparat. Fatimah tampak berada di tengah massa dan berhadapan langsung dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat saat mobil komando BEM UI dihentikan aparat kepolisian.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Fatimah terlihat mencecar perwira polisi tersebut sembari meneteskan air mata, mempertanyakan alasan penghadangan terhadap mobil komando mahasiswa. Momen tersebut dengan cepat menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.
Fatimah Azzahra dikenal publik sejak Juni 2026, setelah tampil dalam diskusi CNN Indonesia yang membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Argumennya yang lugas dan sistematis kala itu menuai pujian luas dari warganet, karena dinilai mewakili keresahan masyarakat soal prioritas pembangunan nasional.
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023 ini memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Sebelum menjabat Wakil Ketua BEM UI periode 2026, ia pernah menjabat Head of 2nd Commission di Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) pada 2025, serta tercatat meraih Juara I dalam kompetisi riset nasional The 17th Liver Update pada Mei 2025.
Di balik keberaniannya menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, Fatimah sebelumnya sempat menjadi korban teror. Di awal 2026, pasca-Pemilihan Umum Raya (Pemira) BEM UI, ia bersama pengurus BEM UI lainnya menerima serangkaian ancaman dari pihak tak dikenal, termasuk peretasan WhatsApp orang tua dan pengiriman paket mencurigakan bernada ancaman, yang kemudian dilaporkan ke pihak kampus dan kepolisian untuk perlindungan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Metro Jakarta Pusat terkait insiden penghadangan mobil komando BEM UI maupun interaksi antara Fathimah dan petugas dalam aksi tersebut.
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber