MALANG, RADAR MALANG – Kondisi kebakaran di Kawasan Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan belum kunjung mereda. Data satelit pada pemantauan Rabu (19/8/2026) kemarin menunjukkan bahwa terdapat 441 titik panas di Provinsi Kalimantan Barat dan sebanyak 315 titik panas di Kalimantan Timur.
Hingga saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menetapkan status kebakaran di Karhutla Kalimantan sebagai tanggap darurat bencana kebakaran. Status ini masih akan berlaku hingga 4 September 2026 dikarenakan aktivitas kebakaran yang terus meningkat.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Barat Tembus 28.680 Hektare, Polri Tangani 40 Kasus dan 29 Tersangka
Data terbaru menunjukkan bahwa kebakaran ini telah menghanguskan lahan hutan seluas 859,49 hektare. Akibat tingginya aktivitas kebakaran tersebut, kini dampak asap tersebut sampai menyeberangi negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Lonjakan polusi udara tersebut sampai ke wilayah Tebedu di Serawak Malaysia. Akibat polusi dari kabut tersebut, 6 sekolah di Serawak terpaksa menutup sementara aktivitas belajar mengajar.
Sedangkan Singapura mendapatkan kiriman polusi udara melalui arah tenggara dan barat daya. National Environment Agency (NEA) yang merupakan Badan Lingkungan Hidup Singapura memprediksi bahwa tiupan angin akibat kebakaran Karhutla Kalimantan tersebut berpotensi menjadi kabut asap jika kebakaran tidak kunjung mereda.
Baca Juga: Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus 2026 Usai Kebakaran 13 Hari
"Kondisi kering diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Dengan adanya angin yang bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura berpotensi mengalami kabut asap jika kebakaran tersebut semakin intensif," ujar NEA. Dilansir dari Detik Kalimantan.
Hingga saat ini pemerintah masih berupaya melakukan pemadaman api melalui penambahan armada helikopter untuk water bombing. Pemadaman ini masih terus dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak lebih besar terhadap kesehatan masyarakat di Kalimantan dan juga negara tetangga yang terdampak.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber