MALANG, RADAR MALANG – Kebakaran Kawasan Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan sudah memasuki hari ke-10 sejak awal peristiwa terjadi. Diketahui kebakaran ini mulai terjadi sejak tanggal 13 Agustus 2026 di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.
Hingga saat ini intensitas kebakaran tersebut terus meningkat. Per-hari ini dilaporkan bahwa kini terdapat 1.487 titik panas di Borneo.
Hotspot tersebut tersebar pada beberapa provinsi, diantaranya 767 hotspot di Kalimantan Tengah, 560 titik panas di Kalimantan Barat, 74 hotspot di Kalimantan Timur dan Selatan, serta tiga titik di Kalimantan Utara.
Baca Juga: Titik Kebakaran Hutan Kalimantan Terus Meningkat, Asapnya Kini Sampai ke Malaysia dan Singapura
Tingginya intensitas kebakaran ini menimbulkan adanya kabut asap tebal yang menganggu aktivitas dan menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat Kalimantan. Pada hari Kamis, (20/8/2026) lalu kabut tersebut bahkan menyebrang hingga mendampaki negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Masyarakat Kalimantan turut mengeluhkan kendala pernapasan dan pengelihatan akibat terjadinya kebakaran ini. Menanggapi ironisnya kondisi Kalimantan saat ini, Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke Kalimantan dan turut meninjau kondisi secara langsung.
Seusai sampai di Kalimantan, Prabowo langsung mendatangi Posko Satgas Udara, Lanud Supadio, Kalimantan Barat untuk memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran Karhutla. Pada rapat tersebut Prabowo langsung meminta pejabat daerah untuk menjelaskan kondisi kebakaran terkini.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Barat Tembus 28.680 Hektare, Polri Tangani 40 Kasus dan 29 Tersangka
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo.
Dalam menanggapi permintaan tersebut, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo menyampaikan hasil pemantauan titik panas dalam 24 jam terakhir. Ia juga menyampaikan potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat.
Melalui rapat tersebut, Presiden meninjau langsung kondisi dampak dari kebakaran besar di Kalimantan tersebut, serta turut memastikan efektivitas penanganan kebakaran yan telah dilakukan pemerintah daerah.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah berbagai sumber