UMM–Pemprov NTB Perkuat Kerja Sama, Bidik Desa Berdaya hingga Padi Organik

A. Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:05 WIB
DISKUSI: Pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8).
DISKUSI: Pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8).

 

NUSA TENGGARA BARAT, RADAR MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan sejumlah program konkret sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut mencakup pendampingan desa berdaya untuk mengurangi angka kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan pariwisata.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8). Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama yang selama ini telah terjalin antara UMM dan Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. mengatakan terdapat beberapa aspek yang akan menjadi fokus kerja sama. Salah satunya adalah pendampingan desa melalui konsep desa berdampak atau desa berdaya. Program ini diarahkan untuk membantu desa mengoptimalkan potensi lokal dan mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

GAYENG: Suasana pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8).
GAYENG: Suasana pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8).

 

“Ada beberapa aspek yang akan ditindaklanjuti UMM. Pertama, pendampingan desa melalui konsep desa berdampak atau desa berdaya. Kedua, pengembangan padi organik di NTB dengan mengadopsi pengalaman UMM dalam pengembangan padi organik di Bondowoso. Ketiga, ada potensi kerja sama di bidang perudangan melalui CoE Kelas Profesional udang yang dimiliki UMM,” ujarnya.

Menurut Salis, pengembangan program di NTB juga dapat memanfaatkan berbagai pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan UMM di sejumlah daerah. Salah satunya pengembangan padi organik di Tabanan, Bali. Program tersebut menjadi bagian dari praktik baik UMM hingga kemudian UMM dipercaya sebagai UNESCO Chair. Pengalaman lain juga berasal dari kontribusi UMM dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang turut mengantarkan UMM memperoleh penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

Berbagai pengalaman tersebut menjadi modal bagi UMM untuk mengembangkan model pendampingan yang sesuai dengan karakteristik wilayah NTB. Pendekatan yang digunakan akan disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi masing-masing daerah.

TERBUKA: Pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB.
TERBUKA: Pertemuan Rektor UMM dengan Gubernur NTB di Kantor Gubernur NTB.

 

Selain ketahanan pangan, sektor pariwisata juga menjadi bagian dari peluang pengembangan kerja sama. Potensi wisata di berbagai wilayah NTB akan dipetakan untuk melihat kemungkinan pengembangan berbasis masyarakat dan potensi lokal. Serta ada juga Sektor perudangan juga menjadi perhatian. UMM memiliki Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Udang yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas di bidang tersebut.

Salis menyampaikan, tahap awal akan difokuskan pada survei dan pemetaan potensi serta kebutuhan di sejumlah wilayah NTB. “Tahap awalnya kami akan melakukan survei di beberapa daerah potensial. Setelah itu dilakukan pemetaan dan perencanaan untuk menentukan bagaimana implementasi program kerja yang paling sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing daerah,” jelasnya.

Survei tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan lokasi prioritas sekaligus bentuk program yang paling relevan. Setelah pemetaan selesai, UMM bersama pemerintah daerah akan menyusun perencanaan dan tahapan implementasi.

Melalui pendekatan tersebut, kerja sama UMM dan Pemerintah Provinsi NTB diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang mampu mengurangi kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan pariwisata, serta mengoptimalkan potensi daerah.(*)

Editor : A. Nugroho
desa program NTB UMM Pemerintah