MMC Resmi Diluncurkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Menko Muhaimin Tekankan Layanan Satu Pintu

A. Nugroho • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:23 WIB
SEMARAK: Menko Muahimin beserta Bupati dan Wakil Bupati Malang
Meluncurkan Malang Migran Center, Rabu (26/8).
SEMARAK: Menko Muahimin beserta Bupati dan Wakil Bupati Malang Meluncurkan Malang Migran Center, Rabu (26/8).

MALANG, RADAR MALANG - Kabupaten Malang terus memperkuat posisinya sebagai pencetak talenta global yang terlindungi. Kemarin (26/8), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar meresmikan Malang Migrant Center (MMC) di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

TANGGAP: Bupati Malang Drs H.M. Sanusi
TANGGAP: Bupati Malang Drs H.M. Sanusi.

 

Pusat layanan interaktif dan terpadu ini dihadirkan untuk memastikan setiap calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malang Raya dan sekitarnya mendapatkan pendampingan legal, terstruktur, serta aman sejak pra-keberangkatan hingga kepulangan (purna-PMI).

Acara Soft Launching MMC tersebut berlangsung semarak dengan kehadiran jajaran pejabat tinggi pusat hingga daerah.

Tampak hadir Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc serta Bupati Malang Drs H.M. Sanusi, M.M bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Menko Muhaimin menegaskan pentingnya hadirnya negara dalam mengawal nasib para pekerja migran.

 Menurutnya, memilih bekerja di luar negeri adalah hak warga negara yang harus diimbangi dengan kesiapan menyeluruh dan jaminan perlindungan utuh.

"Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan setiap warga negara yang memilih bekerja di luar negeri mendapatkan persiapan yang menyeluruh dan perlindungan yang utuh, sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air. MMC dapat menjadi wadah ekosistem yang utuh dan menjadi rujukan pertama seseorang ketika ingin bekerja ke luar negeri," tegas Muhaimin.

MMC dirancang untuk menyederhanakan alur birokrasi yang selama ini dinilai rumit. Pusat layanan ini telah terintegrasi langsung dengan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kabupaten Malang. Tidak hanya menjadi rujukan calon pekerja, MMC juga membuka ruang konsultasi terbuka bagi anggota keluarga calon PMI agar memahami prosedur migrasi secara utuh dan terhindar dari TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) atau jalur non-prosedural.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin merilis Buku Saku PMI di Jepang, sebuah panduan praktis yang memuat hak-kewajiban, kesiapan budaya, hingga teknis bekerja di Negeri Sakura.

OPTIMISTIS: Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus
OPTIMISTIS: Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison saat memberi sambutan.

 

Sementara itu, Deputi Leontinus Alpha Edison menggarisbawahi bahwa kesuksesan PMI tidak berhenti saat masa kontrak berakhir. "Pekerja Migran Indonesia adalah talenta global yang membawa pulang pengalaman dan keterampilan berharga. Karena itu, program reintegrasi perlu memberi mereka pilihan untuk terus mengembangkan keterampilan, melanjutkan karir, maupun membangun usaha setelah kembali ke tanah air," urainya.

Dukungan penuh juga disampaikan Bupati Malang H.M. Sanusi. Ia menyambut positif kolaborasi strategis antara Pemkab Malang, UB, dan kementerian ini.

Menurutnya, potensi warga Kabupaten Malang yang bekerja di luar negeri sangat tinggi, sehingga perlindungan legalitas adalah prioritas utama.
Acara peluncuran semakin semarak dengan dipamerkannya berbagai produk UMKM unggulan karya purna-PMI.

Mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hingga produk bernilai tambah lainnya yang membuktikan bahwa pengalaman dan modal selama bekerja di mancanegara mampu menggerakkan roda ekonomi daerah saat kembali ke kampung halaman. MMC diharapkan menjadi percontohan (pilot project) program Perintis Berdaya yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. (*)

Editor : A. Nugroho
mmc Muhaimin Migran malang