MALANG, RADAR MALANG – Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan kembali mengalami erupsi dini hari ini, Sabtu (5/9/2026). Adapun aktivitas erupsi yang terjadi dini hari ini memiliki intensitas yang lebih tinggi pada erupsi yang sebelumnya terjadi pada 17 Agustus lalu.
Berdasarkan laporan dari website Magma Kementerian ESDM, Anak Gunung Krakatau tercatat mengalami aktivitas erupsi yang digolongkan sebagai lava air mancur atau ”Lava Fontain”.
Tingginya aktivitas erupsi ini bahkan menimbulkan dentuman dan getaran pada 3 wilayah di Jawa Barat. Suara dentuman dan getaran tersebut berlangsung pada 23.07 hingga 04.40 WIB dini hari pada wilayah Bandung Raya, Banten, dan Lampung.
Meski erupsi Gunung Anak Krakatau ini tampak menunjukkan aktivitas yang tinggi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa aktivitas erupsi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati juga menyampaikan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini terbilang masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami,” ungkap Rita hari ini (5/9/2026).
Baca Juga: Sisa Endapan Letusan Gunung Api Jadi Sinkhole? Ini Kata Badan Geologi
Di sisi lain, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria juga menyampaikan bahwa aktivitas erupsi yang mengeluarkan lava air mancur merupakan fenomena erupsi yang umum terjadi.
"Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi,” ujar Lana.
Meski tidak berpotensi menyebabkan tsunami, pihak Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas kunjungan atau wisata dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber