MALANG, RADAR MALANG - Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini dilaporkan mulai bergerak menjauhi daratan Indonesia dan mengarah ke barat daya/selatan menuju Samudra Hindia. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 yang dirilis oleh BMKG dan Badan Geologi.
Sejak awal pekan, gumpalan abu terpekat pada lapisan tinggi terdeteksi ditiup angin kencang ke arah barat daya dan barat menuju Samudra Hindia. Hal ini menjadi kabar baik bagi daratan padat penduduk di Jawa dan Sumatra karena material tebal langsung meluncur ke lautan lepas.
Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Usai Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kondisi terbaru hari ini Selasa (8/9) memasuki pagi hingga siang ini, klaster abu vulkanik di lapisan rendah (dari permukaan hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,1 km) juga mulai bergeser ke arah selatan-barat daya.
Sebarannya kini didominasi di wilayah perairan Banten bagian barat daya hingga masuk ke Samudra Hindia, dampak penerbangan karena debu vulkanik pada lapisan tinggi tersebut melintasi perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten, wilayah ini menjadi fokus perhatian utama.
Baca Juga: Tanggap Bencana, BRI Peduli Salurkan Masker dan Vitamin untuk Lindungi Masyarakat dari Abu Vulkanik
Jalur penerbangan internasional maupun domestik yang melintasi rute perairan tersebut terus dipantau ketat melalui rilis informasi SIGMET Volcanic Ash demi menjaga keselamatan transportasi udara perbedaan arah sebaran ini terjadi karena adanya perbedaan arah dan kecepatan angin di tiap lapisan atmosfer atas (troposfer) dibandingkan dengan angin permukaan di bagian bawah.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber