MALANG, RADAR MALANG – Lima jurnalis foto dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Total ada delapan orang di dalam kapal, termasuk tiga anak buah kapal.
Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas. Mereka bertugas mendokumentasikan erupsi Anak Krakatau yang tengah menjadi perhatian publik.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pukul 14.42 WIB. Saat itu salah satu jurnalis sempat mengirim titik lokasi terakhir kepada rekan sesama anggota Pewarta Foto Indonesia di Lampung. Lokasi berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau, sebelum akhirnya rombongan dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pukul 18.13 WIB.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Erupsi Krakatau, Masyarakat Gunakan Kereta
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyebut kondisi gelombang tinggi dan jarak pandang terbatas sebagai kendala utama pencarian. Tim gabungan dari Basarnas, Polairud, dan TNI tetap melanjutkan penyisiran meski cuaca kurang bersahabat. Sejumlah armada seperti KN SAR Tetuka, RIB Banten dan Lampung, hingga KAL Anyer sudah dikerahkan.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo menegaskan keselamatan jurnalis menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Ia juga meminta seluruh anggota PFI tetap tenang dan menahan diri dari informasi yang belum terverifikasi.
Hingga Rabu (9/9), pencarian masih terus diperluas ke sejumlah titik perairan. Semua pihak berharap kelima jurnalis beserta tiga anak buah kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Samudra Hindia, Penerbangan Tetap Dipantau
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber