12 Alut Dikerahkan Cari 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:29 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian 8 orang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. sumber: JawaPos
Tim SAR gabungan melakukan pencarian 8 orang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. sumber: JawaPos

 

MALANG, RADAR MALANG – Operasi pencarian berskala besar tengah dilakukan hari ini (11/9) untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9).

Rombongan jurnalis foto bertolak dari Dermaga Carita pada Senin (7/9) pukul 14,00 WIB menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB. Ke-8 orang yang dilaporkan hilang adalah:

Baca Juga: Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau

  1. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta foto LKBN Antara)
  2. Arie Basuki (Pewarta foto Merdeka.com)
  3. Yudistiro Pranoto (iNews)
  4. Donal Husni (Pewarta lepas/freelance)
  5. Firman Daus (Anadolu Agency)
  6. 3 Orang lainnya (Kapten kapal, anak buah kapal dan pemandu)

Sebelum berangkat, rombongan sempat meninggalkan kendaraan Mitsubishi Panther (B 1772 WMF) beserta dua tas ransel di kamar Hotel Pada Suka, Carita. TNI AL meelaporkan penemuan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan. Tim masih memverifikasi apakah pelampung tersebut milik kapal korban.

Kepala Basarnas juga menyatakan pencarian udara menggunakan helikopter terkendala oleh tebalnya asap erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti area dari ketinggian 1.500 meter ke bawah, sehingga jarak pandang sangat terbatas.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Erupsi Krakatau, Masyarakat Gunakan Kereta

Sebanyak 12 alat utama (alut) dikerahkan, termasuk kapal perang TNI AL atas instruksi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Armada yang diturunkan meliputi, KN SAR Tetuka 247, KN Basudewa, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP 7017 Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta tiga KRI (KRI Lepu, KRI Leuser, dan KRI Karambit). Nelayan lokal sekitar Banten juga ikut membantu.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
Selat Sunda orang hilang hilang kontak