Hujan Lebat Picu Longsor di Aceh Tengah, 1 Meninggal dan 13 Luka

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 14:00 WIB
1.	AKIBAT HUJAN DERAS: Warga Dusun Sumbertangkil, Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo mengecek tebing yang longsor pada Minggu (5/4) sore. (BPBD Kabupaten Malang)
Ilustrasi tanah longsor akibat hujan deras. (BPBD Kabupaten Malang)
 

MALANG, RADAR MALANG - Bencana tanah longsor melanda Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Minggu malam (13/9). Peristiwa yang dipicu oleh hujan lebat berdurasi lama ini menyebabkan 1 warga meninggal dunia dan 13 lainnya luka-luka.

Salah satu dampak paling fatal terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Material tebing runtuh dan mengantam rumah warga bernama Aliyah (74) yang saat itu sedang ramai karena menjadi lokasi acara arisan keluarga besar.

Baca Juga: Gagap Gempita Penanganan Bencana

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun bernama Nazila asal Desa Paya Reje dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material. Sementara itu, 13 korban luka-luka lainnya langsung dievakuasi dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Datu Beru, Takengon.

BNPB mencatat longsoran tersebar di 7 kampung yang berada di 4 kecamatan (Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara). Dua rumah dilaporkan rusak berat dan dua lainnya rusak sedang.

Timbunan kayu dan tanah sempat membuat lumpuh total sejumlah titik jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten. BPBD Aceh Tengah telah mengerahkan unit wheel loader dan ekskavator secara maraton. Per tadi malam, jalur dikawasan Pagar Merah (Jalan Takengon-Bintang) sudah berhasil dibuka dan bisa dilalui kendaraan kembali.

Baca Juga: Gempa M 5,2 Guncang Tenggara Kabupaten Malang, Berpusat di Laut Kedalaman 10 Kilometer

Akses di jalan Pepalang Berawang Gading (sekitar Kampung Kuyun) masih terganggu akibat rusaknya jembatan Aramco karena hantaman longsor, sehingga membutuhkan perbaikan lanjutan.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
bencana aceh aceh longsor