MALANG, RADAR MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Malang mengonfirmasi bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda kawasan Jemplang (salah satu pintu masuk utama Bromo via Malang) sudah padam sepenuhnya sejak Minggu malam (13/9).
Tim gabungan TNI, Polri dan Balai Besar TNBTS sebelumnya telah membuat sekat bakar di sekitar objek wisata populer Bromo Hillside. Langkah taktis ini berhasil mencegah api merembet ke area fasilitas publik dan pemukiman warga Desa Ngadas.
Baca Juga: Akses Wisata Bromo via Jemplang Malang Ditutup akibat Kebakaran Savana Pengol
Operasi pemadaman jalur udara menggunakan helikopter waterbombing oleh BPBD Jatim terpaksa dibatalkan dan ditunda akibat hembusan angin kencang serta pekatnya kabut. Selain itu, abu vulkanik dari Gunung Semeru yang mengarah ke Ranupani turut membahayakan penerbangan.
Hingga sore ini Polres Malang melaporkan masih ada tiga lokasi yang terpantau mengeluarkan asap dan sisa api, yaitu di Blok Jantur (B29), Blok Watangan (Sukapura, Probolinggo), serta Blok Painem (Jemplang, Malang).
Baca Juga: Api Bromo Padam setelah Habiskan 343 Ribu Liter Air
Petugas gabungan, Manggala Agni dan relawan tetap bersiaga melakukan pembahasan guna mencegah bara api menyala kembali. Kementerian Kehutanan bersama tim ahli karhutla dan akademisi telah diterjunkan ke lapangan untuk mengusut tuntas penyebab utama dan mendalami dugaan adanya unsur pidana (kelalaian/kesengajaan) dalam insiden kebakaran kedua di Bromo tahun ini.
Balai Besar TNBTS juga telah merilis kebijakan khusus bagi wisatawan yang yang terdampak penutupan total pada periode 12-18 September 2026. Refund dilakukan secara penuh tanpa potongan biaya admin, uang akan ditransfer langsung ke rekening bank pemesan dengan estimasi 14-40 hari kerja setelah data terverifikasi.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber