Kabut Asap Karhutla Kepung Sumatra, Sekolah di Pekanbaru dan Padang Diliburkan

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:40 WIB
Kepulan asap tebal membubung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas hingga puluhan ribu hektare di wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Pontianak Post)
Kepulan asap tebal membubung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas hingga puluhan ribu hektare di wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Pontianak Post)

MALANG, RADAR MALANG – Kondisi darurat polusi udara hari ini sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Sumatra dan Kalimantan, akibat lonjakan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta kiriman kabut asap jerebu.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru secara resmi menutup sementara tiga ruang publik utama mulai hari ini untuk melindungi warga dari paparan polutan. Area yang ditutup mencakup Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas dan satu taman kota lainnya.

Baca Juga: Karhutla Indonesia dalam Fase Kritis, Ratusan Hotspot Terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho telah menginstruksikan pengalihan sistem belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD/TK,  SD, SMP sederajat yang berlaku hingga Sabtu (19/9). Langkah serupa juga diikuti oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk jenjang SMA/SMK.

Berdasarkan data stasiun pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Pekanabru sempat menyentuh angka 243 (kategori sangat tidak sehat) Kawasan Panam menjadi wilayah terparah dengan indeks kualitas udara (AQI) yang dilaporkan sempat menembus level berbahaya.

Akibat kabut asap yang pekat ini, puskesmas di Pekanbaru melaporkan adanya lonjakan drastis penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari rata-rata 170 pasien menjadi 400 pasien per hari.

Baca Juga: Waspada ISPA! Kenali Penyebab dan Gejalanya

Pemerintah Kota Padang mengambil langkah darurat dengan meliburkan aktivitas tatap muka sekolah untuk tingkat PAUD,SD, dan SMP sejak Rabu (16/9) kemarin setelah kualitas udara di wilayah tersebut dilaporkan sempat melonjak ekstrim hingga kategori berbahaya.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
karhutla ispa Pekanbaru