Arahan E50 Prabowo, Pemerintah Siapkan 50 Persen Bioetanol untuk Bensin

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:40 WIB
HARGA NAIK: Mekanisme pasar berlaku Menteri ESDM isyaratkan penyesuaian harga BBM non-subsidi
HARGA NAIK: Mekanisme pasar berlaku Menteri ESDM isyaratkan penyesuaian harga BBM non-subsidi

 MALANG, RADAR MALANG – Arahan E50 adalah instruksi strategi yang diberikan langsung oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama tahun 2026 di Istana Merdeka.

Program ini menargetkan 50% bioetanol berbasis komoditas pertanian lokal ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin. Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan energi hijau dari negara lain sekaligus memangkas tital impor bensin nasional.

Baca Juga: Konsumsi BBM Subsidi Melonjak Capai 15 Persen, Pertamina Malang Tambah Pasokan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan hilirisasi bensin nabati ini menjadi keharusan mendesak karena volume konsumsi domesti yang sangat besar. Konsumsi solar mencapai 39 juta kiloliter pertahun. Pasokannya kini disubstitusi lewat minyak sawit (CPO) dan metanol melalui program mandatori biodiesel B50 yang dinilai sukses menghentikan impor solar jenis CN 48.

Konsumsi bensin berada di kisaran 39 juta hingga 40 juta kiloliter per tahun. Karena volumenya setara dengan solar, skema keberhasilan biodiesel B50 kini direplikasi penuh untuk bensin lewat program bioetanol E50.

Untuk merealisasikan lompatan mandatori bioetanol hingga 50%, pemerintah juga menyiapkan sejumlah pilar penguatan di sektor hulu dan infrastruktur. Saat ini Indonesia baru memiliki 1 pabrik bioetanol aktif, Presiden Prabowo menginstruksikan untuk segera membangun minimal 30 hingga 50 pabrik bioetanol baru demi mencukupi kebutuhan pasokan campuran bensin nabati.

Baca Juga: Kunjungi Malang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Katakan Ini Soal Campuran Etanol dalam Bensin

Mengingat bahan baku bioetanol berbasis pertanian domestik, pemerintah menargetkan pembukaan dan pemanfaatan 2 juta hektare lahan tebu yang diproyeksikan sebagai sumber utama produksi etanol secara bertahap.

Hingga saat ini, rancangan teknis dan peta jalan (roadmap) implementasi E50 masih terus digodok oleh Kementerian ESDM, namun untuk jangka pendek, ketersediaan operasional stok BBM nasional dilaporkan aman berada di angka 18 hingga 20 hari kebutuhan.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
bioetanol BBM bahlil lahadalia Prabowo