MALANG, RADAR MALANG – Pemerintah Malaysia mengirimkan bantuan udara dan personel untuk membantu Indonesia mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang terjadi di Kalimantan.
Persetujuan resmi ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, di Hambalang, Bogor.
Baca Juga: Karhutla Indonesia Masih Intensif, 32.896 Hektare Lahan Terbakar
Langkah ini diambil karena dampak kabut asap karhutla telah lintas batas dan memengaruhi negara tetangga. Bentuk bantuan operasional yang dikerahkan berupa, 1 unit pesawat amfibi jenis Bombardier CL-415MP untuk operasi pengeboman air (water bombing) di titik api yang sulit dijangkau lewat darat.
Selain mengerahkan armada pemadam, Malaysia juga menawarkan bantuan teknis berupa operasi penyamaian awan (cloud seeding). Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah Kalimantan dan Sumatra demi mempercepat pemadaman gambut yang membara dibawah permukaan. Selain dari Malaysia, Indonesia juga dilaporkan telah menerima komitmen dukungan dari pemerintah Jepang.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kepung Sumatra, Sekolah di Pekanbaru dan Padang Diliburkan
3 unit helikopter pemadam dan 52 personel gabungan tim pemadam kebakaran, yang berasal dari NADMA, APMM, dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), juga di gerakkan untuk patroli darat dan pengecekan titik panas (ground check). Mereka juga melakukan penyekatan lahan agar api tidak meluas ke area konsesi atau pemukiman warga.
BNPB mempercepat mobilisasi alat-alat pemadam dari gudang ke garda depan serta memisahkan visual data satelit hotspot dengan titik api riil agar penganan di lapangan bisa lebih presisi dan tepat sasaran.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber