MALANG, RADAR MALANG - BMKG melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik berkekekuatan 5,1 Magnitudo yang mengguncang wilayah Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur pada Senin (21/9) pukul 08.41 WIB.
Gempa bumi dangkal berkedalaman 10km ini dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores Back-arc Thrust dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Getaran gempa dilaporkan terasa nyata di dalam rumah hingga wilayah Labuan Bajo, Bajawa, dan Waingapu.
Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai, angka korban melonjak signifikan akibat rentetan gempa susulan, kini mencapai 142 total korban meninggal dunia se-provinsi Nusa Tenggara Timur.
Di Manggarai Timur, tercatat 50 orang meninggal dunia (termasuk tambahan dari Kecamatan Borong, Lamba Leda Timur, Lamba Leda Utara dan Sambi Rampas.) Sementara di Kabupaten Manggarai, tercatat 31 orang meninggal dunia.
BNPB mengklarifikasi bahwa dari total korban jiwa pascagempa, 94 orang di antaranya meninggal di tenda tanpa pengungsian. Mayoritas merupakan kelompok lansia yang mengalami komplikasi penyakit kronis (stroke dan diabetes) akibat penurunan kondisi fisik di tenda darurat.
Tercatat 239 orang luke berat dan 404 orang luka ringan di wilayah Manggarai Timur yang memerlukan perawatan medis intensif.
Guncangan berulang yang berpusat di darat menghancurkan ribuan bangunan, di Manggarai Timur kerusakan infrastruktur perumahan menembus 31.936 unit rumah.
Wilayah dengan kerusakan paling parah berada di Kecamatan Sambi Rampas (1.672 rumah) dan Lamba Leda Timur (1.418). Sebanyak 265 bangunan sekolah, 42 rumah ibadah, 58 kantor pemerintahan, dan 24 unit Puskesmas di Manggarai Timur dilaporkan retak hingga roboh.
Gempa M5,1 pada Senin pagi (21/9) menyebabkan sebuah bangunan hunian sementara (huntara) bantuan BNPB yang sedang dibangun di Lamba Leda Utara ambruk sebelum tiang penyangganya sempat dicor semen.
Hingga hari ini tercatat 24.142 waarga Manggarai Timur masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mereka hancur atau karena faktor trauma psikologis akibat gempa susulan yang masih terus berlanjut.
Baca Juga: Gempa M 5,2 Terasa di Sumawe dan Gedangan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber