KPU Siapkan Perencanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2029

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB
Simulasi coblosan Pemilu 2024 yang dilaksanakan KPU Kabupaten Malang
Simulasi coblosan Pemilu 2024 yang dilaksanakan KPU Kabupaten Malang
MALANG, RADAR MALANG - Pilar utama agenda Pilkada di Indonesia saat ini berfokus pada evaluasi tata kelola pemilu masa lalu serta proyeksi penyusunan program kepemiluan masa depan.

Anggota KPU RI, August Mellaz mengonfirmasi bahwa pihak penyelenggara sedang menyusun proyeksi perencanaan, program, serta tahapan untuk Pemilu dan Pilkada Serentak 2029.

Langkah ini berjalan selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang mengatur pemisahan tata kelola waktu antara pemilu nasional dan pemilihan kepala daerah agar sistemnya lebih adaptif serta tidak membebani pemilih.

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin memimpin pembentukan fondasi Tata Kelola Logistik Pemilu 4.0. Sistem ini mengadopsi kerangka kerja manajemen risiko Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk mengontrol, yang meliputi:

KPU telah merampungkan rekapitulasi jumlah pemilih nasional berkelanjutan untuk Semester I. Total data yang tercatat sebanyak 214.354.667 pemilih, yang terdiri atas:

  1. Pemilih laki-laki: 106.855.020 jiwa
  2. Pemilih perempuan: 107.499.647 jiwa
  3. Klaster domisili: mencakup 212.406.069 pemilih di dalam negeri dan 1.948.598 pemilih dari luar negeri.

Bawaslu RI melalui Anggota Bawaslu, Puadi menekankan pentingnya jajaran pengawas di daerah untuk memakai pendekatan pengawasan berbasis risiko pada syarat kontestasi pencalonan. 

Baca Juga: KPU Kota Malang: Partisipasi Warga saat Pilkada Cukup Stabil

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
2029 Bawaslu pilkada Pemilu