Pihak Balai TNWK menonfirmasi adanya tiga titik kebakaran di area tersebut. Dari tiga titik yang terpantau, satu titik api sudah berhasil dipadamkan, sementara dua titik lainnya masih dalam penanganan.
Proses pemadaman menghadapi kendala jarak dan akses geografis yang berat. Tim pemadam gabungan harus berjalan kaki menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencapai titik api utama.
Baca Juga: Warga Kalbar Gugat Pemerintah soal Karhutla dan Kabut Asap
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi telah memberangkatkan tim tambahan melalui dua jalur berbeda guna mempercepat penanganan, yakni satu tim menyisir melalui jalur darat dan satu tim lainnya menerjang lewat jalur laut.
Jumlah luasan area vegetasi yang hangus terbakar pada insiden terbaru ini belum bisa dihitung secara pasti karena petugas masih fokus penuh pada operasi pemadaman di garda depan.
Kebakaran baru ini terjadi hanya selang satu hari setelah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Duta Besar Norwegia meninjau langsung kesiapan sarana karhutla serta pembangunan barrier di TNWK pada Minggu (20/9).
Pemerintah memastikan penguatan mitigasi lewat sistem informasi SIPONGI, kesiapan armada udara water bombing dan berkoordinasi ketat dilakukan demi melindungi habitat penting Gajah Sumatera agar tidak terdampak langsung oleh rembetan api.
Baca Juga: Malaysia Kirim Pesawat dan Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber