Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level II, Jarak Aman Jadi 2 Km

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 12:28 WIB
Anak Gunung Krakatau yang muncul setelah Gunung Krakatau meletus. (source: indonesia.go.id)
Anak Gunung Krakatau yang muncul setelah Gunung Krakatau meletus. (source: indonesia.go.id)

MALANG, RADAR MALANG - Status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi diturunkan dari Level III (siaga) menjadi Level II (waspada). Langkah penurunan status ini ditetapkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM sejak Senin (21/09) pukul 18.30 WIB.

Setelah mengalami fase puncak erupsi menerus selama 25 jam pada 4-6 September lalu, aktivitas vulkanik cenderung menurun secara signifikan. Data deformasi terbaru menunjukkan terjadinya deflasi terbaru menunjukkan terjadinya deflasi atau penurunan tekenan di dalam tubuh gunung api.

Seiring dengan penurunan status ke Level II (waspada), jarak aman bagi masyarakat, nelayan dan wisatawan kini diperkecil menjadi minimal 2 kilometer dari kawah aktif (sebelumnya berjarak 3 km saat berstatus siaga).

Baca Juga: Gunung Sinabung Naik Level III, Ratusan Warga Dievakuasi

Otoritas terkait mengimbau masyarakat di pesisir Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak memercayai isu-isu bohong mengenai potensi tsunami kaibat aktivitas gunung.

Sebaran abu vulkanik sempat melumpuhkan aktivitas udara dan memaksa penutupan sementara sedikitnya empat bandara besar, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II dan Husein Sastranegara.

Kementerian Perhubungan mencatat ribuan jadwal penerbangan terdampak. Sebagai contoh, per (6/9) saja ada ribuan penumpang terlantar akibat pembatalan rute domestik maupun internasional, seperti tujuan Singapura, Kuala Lumpur, hingga Sydney.

Citra satelit mendeteksi kerusakan vegetasi parah di pulau-pulau tak berpenghuni sekitar gunung seperti Pulau Sertung karena tertutup material vulkanik tebal.

Meski PVMBG menyatakan erupsi Strombolian ini tidak memicu tsunami, kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda sempat diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap jarak pandang dan dinamika gelombang.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Ganggu Operasional Sejumlah Bandara

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
Gunung Anak Krakatau erupsi abu vulkanik