Karhutla Kalteng Makin Parah, 8.093 Titik Panas Terdeteksi

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong inovasi metode pemadaman menggunakan singkong (ubi bombing). (Foto: Dok. Istimewa via Suara.com)
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong inovasi metode pemadaman menggunakan singkong (ubi bombing). (Foto: Dok. Istimewa via Suara.com)

MALANG, RADAR MALANG - Situasi kebakaran hutan dan lahan atau biasa disebut karhutla serta sebaran titik panas di Kalimantan Tengah saat ini berada dalam kondisi darurat.

Berdasarkan data harian BPB-PK Provinsi Kalteng per (22/9), akumulkasi titik panas yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalteng sempat mencapai 8.093 titik hotspot dengan area terbakar yang sedang ditangani mencapai hektare.

Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi mencapai 2.381 hotspot, disusul oleh Kotawaringin Timur 1.292 hotspot dan Seruyan 1.288 hotspot.

Baca Juga: Malaysia Kirim Pesawat dan Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Kabut asap pekat memicu lonjakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik Kalteng hingga menembus angka 563 (kategori berbahaya). Akibatnya, lebih dari 135 sekolah terpaksa mengalihkan kegiatan belajar menjadi Belajar Dari Rumah (BDR).

Di area terdampak seperti Pulang Pisaau, Jabiren Raya, hingga Palangka Raya, ketebalan asap memangkas jarak pandang menyisakan 100-300 meter saja. Langit di beberapa wilayah bahkan dilaporkan memerah pekat akibat partikel polutan asap.

Pemerintah Provinsi Kalteng memberlakukan status Tanggap Darurat Karhutla hingga (29/9). Sekitar 10.700 personel gabungan dari TNI, Satgas Darat, dan relawan dikerahkan penuh untuk melakukan pembasahan lahan gambut yang rawan menyimpan api di bawah permukaan.

Tantangan utama pemadam lewat udara (water bombing) sempat terkendala oleh pekatnya asap di Bandara Tjilik Riwut. Oleh karena itu, armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membuat hujan buatan kini digeser melalui pergerakan udara dari Pangkalan Bun dan Banjarmasin.

Baca Juga: Warga Kalbar Gugat Pemerintah soal Karhutla dan Kabut Asap

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
hotspot karhutla kalimantan tengah