Pemerintah Fokus Tangani Karhutla dan Pulihkan Wilayah Terdampak Banjir

Difa Aurelia Rahmayanti • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:06 WIB
TANGKAL BANJIR: Salah satu ekskavator mulai beroperasi aliran Sungai Amprong di wilayah Kelurahan Madyopuro, kemarin (14/9). (Darmono/Radar Malang)
TANGKAL BANJIR: Salah satu ekskavator mulai beroperasi aliran Sungai Amprong di wilayah Kelurahan Madyopuro, kemarin (14/9). (Darmono/Radar Malang)

MALANG, RADAR MALANG - Fokus utama mitigasi dan penganan bencana nasional hari ini berpusat pada penanggulangan krisis kebakaran hutan dan lahan serta pemulihan wilayah terdampak banjir bandang.

Presiden Prabowo Subianto baru saja memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai penanganan bencana. Beliau menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi kebencanaan nasional secara masif dengan prinsip "lebih baik kelebihan sarana daripada kekurangan", guna memastikan kesiapsiagaan penuh sebelum bencana melanda.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB letjen TNI Suharyanto hari ini mengawal langsung posko karhutla dan penanganan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Guna mengatasi pekatnya kabut asap, pemerintah memprioritaskan kekuatan Satgas Darat untuk pembahasan lahan serta memindahkan titik pangkalan armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan di titik-titik kritis gambut Kalteng.

BNPB terus memperingatkan warga di wilayah kering termasuk temuan titik api baru akibat pembakaran sampah di Lampung dan Jawa, agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sekecil apapun.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kepada seluruh pemangku kepentingan agar mengevaluasi faktor lingkungan secara menyeluruh pasca-banjir bandang di Solok. Koordinasi strategis ditekankan agar pemetaan risiko memperhitungkan curah hujan ekstrem.

Di Lampung, BPDB Kabupaten Tanggamus mengonfirmasi luapan banjir yang sempat berdampak pada ratusan KK per hari ini dilaporkan telah surut dan warga mulai kembali untuk pembersihan area pemukiman.

Baca Juga: Karhutla Kalteng Makin Parah, 8.093 Titik Panas Terdeteksi

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dari berbagai sumber
BNPB Banjir Pemerintah