MALANG, RADAR MALANG – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/10/2026) pagi. Aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 10.55 WIB. Letusan tidak teramati secara visual, tetapi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 117 detik. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru telah mengalami erupsi sebanyak 13 kali.
Aktivitas kegempaan juga masih tercatat pada Rabu pagi. Periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 milimeter dan durasi 97-132 detik. Selain itu, tercatat dua kali gempa hembusan dan dua kali gempa harmonik.
Dengan status Level III atau Siaga, PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak Semeru. Masyarakat juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Sepanjang 2026, MAGMA Indonesia telah mencatat 4.972 letusan atau erupsi gunung api di Indonesia. Gunung Semeru menjadi gunung api dengan aktivitas erupsi terbanyak, yakni mencapai 1.932 kali.
Kondisi tersebut membuat perkembangan aktivitas Semeru penting dipantau karena frekuensi erupsi yang tinggi berlangsung ketika status gunung masih berada pada level Siaga. Masyarakat di wilayah rawan diimbau mengikuti informasi resmi PVMBG dan tidak mendekati zona yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 700 Meter dan Status Tetap Siaga
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber