RADAR MALANG – Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Ahmad Doli Kurnia memastikan partainya akan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Namun, soal calon wakil presiden, Golkar sebagai partai koalisi belum menetapkan sosok tertentu.
“Kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya,” kata Doli di Gedung DPR, Kamis (8/10/2026). Ia menyebut urusan wakil presiden baru akan dibahas nanti.
Sikap ini bukan hal baru. Sejak awal 2025, sejumlah elit Golkar sudah beberapa kali menyampaikan dukungan serupa. Pada 20–21 Agustus 2024 di Jakarta, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyebut keputusan musyawarah nasional partai sudah sejalan untuk mengawal pemerintahan Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. Pada Agustus 2026 di Palembang, Bahlil kembali menegaskan, “Golkar akan selalu setia bersama pemerintah Bapak Presiden Prabowo.”
Baca Juga: Prabowo Beri Taklimat Tertutup kepada 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Menko Polkam Sebut Penyegaran
Dukungan itu juga datang bersamaan dengan keputusan Bahlil untuk tidak maju di Pilpres 2029. Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menyebut Bahlil memilih jalur legislatif dari daerah pemilihan Papua. “Pak Bahlil sudah memilih dapil,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Menurutnya, pilihan itu diambil karena Bahlil dibesarkan di Papua. Sarmuji mengonfirmasi hal tersebut kembali pada September 2026. “Pak Bahlil akan maju sebagai caleg,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).
Di sisi lain, Golkar mematok target di pemilu legislatif. Bahlil meminta perolehan kursi naik dari 102 menjadi lebih banyak lewat konsolidasi organisasi. Pengamat politik Agung Baskoro menilai mesin partai ini masih kuat karena menjadi juara kedua di Pileg 2024 dan menang di sekitar 60 persen daerah pada pilkada.
Golkar bukan satu-satunya yang menyatakan dukungan. PKB dan PAN juga sudah menyampaikan sikap serupa untuk Prabowo di Pilpres 2029. Meski begitu, pilpres masih beberapa tahun lagi, sehingga peta koalisi bisa berubah.
Baca Juga: Istri Manuel Bihr Klarifikasi soal Video Diduga Manuel Bihr Abaikan Jabat Tangan Prabowo
Editor : Aditya N. Rian