BMKG: Hujan Ringan Dominasi Indonesia, Aceh dan Sumut Siaga

Ali Azhar D • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55 WIB
Prakiraan cuaca Kota Malang pada 10 Oktober 2026 didominasi hujan ringan di lima kecamatan. (Pinterest/@Female First)
Prakiraan cuaca Kota Malang pada 10 Oktober 2026 didominasi hujan ringan di lima kecamatan. (Pinterest/@Female First)

 

Penetapan status siaga tertuang dalam peringatan dini BMKG periode 10–12 Oktober 2026. Wilayah yang masuk kategori siaga di Aceh mencakup Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Selatan. Di Sumatera Utara, peringatan berlaku antara lain untuk Pakpak Bharat, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, dan Nias Barat.

"Potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur," tulis BMKG.

Hujan lebat hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Sementara itu, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, dan Papua, disertai potensi angin kencang di sejumlah daerah.

Ancaman cuaca ekstrem ini datang di tengah musim kering yang belum berakhir. BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia masih dilanda kondisi kering akibat El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Sepanjang Dasarian III September 2026, sebanyak 70,59 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah.

Prakirawan BMKG Afif, melalui video prakiraan cuaca di kanal YouTube BMKG pada Senin pagi, menjelaskan hujan ringan berpotensi turun di Banda Aceh (Aceh), Padang (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Bengkulu, dan Bandar Lampung (Lampung).

"Kemudian, hujan ringan juga berpotensi terjadi di Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Mamuju (Sulawesi Barat), Ternate (Maluku Utara), Sorong dan Manokwari (Papua Barat), serta Nabire (Papua Tengah)," kata Afif.

Medan (Sumatera Utara) diprakirakan diguyur hujan sedang, sedangkan Pontianak (Kalimantan Barat) dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara) berpotensi dilanda hujan disertai kilat atau petir.

Sejumlah kota lain diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal, yakni Serang (Banten), Yogyakarta, Surabaya (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Mataram (Nusa Tenggara Barat), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Berawan tebal juga berpotensi terjadi di Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), dan Gorontalo, sedangkan Jayapura (Papua) diprakirakan berawan.

Udara kabur berpotensi menyelimuti Jambi, Palembang (Sumatera Selatan), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Samarinda (Kalimantan Timur), Manado (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), dan Merauke (Papua Selatan). Adapun asap atau kabut diprakirakan muncul di Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Jayawijaya (Papua Pegunungan).

Dalam siaran prakiraan cuaca terpisah, prakirawan BMKG Rana menyebut potensi hujan ringan tersebar di berbagai kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

"Potensi hujan ringan ditemukan di Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Pangkal Pinang, Pontianak, Samarinda, Mamuju, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya," ujar Rana.

Menurut Rana, kondisi kering tetap menyimpan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

"Meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Sesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca," ujar Rana.

Di laut, BMKG mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut akan potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Awan Cumulonimbus juga berpotensi tumbuh di sebagian Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, dan sejumlah perairan, sehingga perlu diantisipasi pengguna transportasi laut maupun udara.

Warga pesisir diminta menyesuaikan aktivitas dengan pasang air laut karena potensi banjir rob di pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan sebagian pesisir Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla, serta memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. Jika Sobat melihat atau terdampak bencana di sekitar, mari bergotong royong dengan melaporkan melalui bit.ly/laporbencanabot," tulis BMKG.

Editor : Aditya N. Rian
cuaca siaga cuaca hari ini BMKG