MALANG, RADAR MALANG – Kabut asap menyelimuti langit Ibu Kota Kalimantan Tengah Palangka Raya hingga membuat langit mewarna kuning pekat hari ini (14/10). Kabut asap pekat tersebut membuat masyarakat Palangka Raya tetap beraktivitas ditengah kualitas udara yang menyentuh status berbahaya.
Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah melaporkan bahwa terdapat 1.185,42 hektare lahan yang terbakar di Palangka Raya per Senin (13/10) kemarin. Tingginya intensitas kebakaran tersebut menimbulkan asap pekat hingga membuat warna langit menjadi kuning.
Baca Juga: 46 Orangutan Jalani Perawatan Usai Alami Luka Bakar Hingga Anemia Berat Akibat Kebakaran Karhutla
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hingga hari ini (14/10) kualitas udara Palangka Raya ada pada angka 2.052,2 µg/m3. Angka tersebut mengindikasikan kondisi udara yang amat buruk bahkan tergolong dalam status udara berbahaya.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Then Suyanti menyampaikan bahwa asap dampak kebakaran karhutla tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan pernafasan. Then menyebutkan bahwa asap tersebut berpotensi menyebabkan berbagai gangguan pernafasan mulai dari batuk, sesak nafas, hingga gangguan pernafasan akut (ISPA).
"Maupun karbon dioksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, yaitu infeksi saluran pernapasan akut, seperti mempunyai gejala batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan," ujar Then. Dilansir dari CNN Indonesia.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Meluas ke Malaysia dan Singapura, 277.075 Kasus ISPA Tercatat
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih terus melakukan penanganan karhutla. Penanganan tersebut masih dilakukan dalam bentuk pemadaman hutan hingga penanganan dampak kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
"Maupun karbon dioksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, yaitu infeksi saluran pernapasan akut, seperti mempunyai gejala batuk, sesak napas, pilek, dan radang tenggorokan," pungkas Linae. Dilansir dari Antara Kalteng.
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber