MALANG, RADAR MALANG – Aksi demonstrasi mahasiswa untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlangsung di sejumlah titik Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut menyebabkan akses menuju kawasan Patung Kuda ditutup dan sejumlah mahasiswa tertahan barikade polisi.
Berdasarkan laporan di lapangan, mahasiswa dari berbagai kelompok, termasuk Universitas Nasional (Unas), mulai berdatangan ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Namun, mereka belum dapat melanjutkan perjalanan menuju titik demonstrasi karena terdapat barikade besi yang dipasang di depan Gedung BSI Tower.
Penutupan jalan turut memengaruhi arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Gambir menuju Patung Kuda maupun dari Patung Kuda menuju Gambir tidak dapat melintas di ruas tersebut. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi menjadi perhatian selama aksi berlangsung.
Pada hari yang sama, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan elemen masyarakat sipil menggelar aksi di kawasan Tugu Tani. Demonstrasi tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi publik bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, sebelumnya menyebut jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 500–700 orang. Massa berasal dari berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil yang telah melakukan konsolidasi.
Dalam aksi di Tugu Tani, mahasiswa menyampaikan kritik dan tuntutan terkait jalannya pemerintahan. Mereka menjadikan momentum dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran sebagai kesempatan untuk mendorong evaluasi terhadap berbagai persoalan nasional.
Hingga laporan mengenai penutupan akses diterbitkan, mahasiswa masih berdatangan ke kawasan Patung Kuda, sementara jalan di sekitar lokasi demonstrasi dilaporkan ditutup.
Baca Juga: Demo BEM SI di DPR Hari Ini, Bawa Empat Tuntutan soal Pendidikan
Editor : Aditya N. RianSumber : Dari berbagai sumber