Tahun lalu, rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) Markonah, 38, dan Markucel,45, yang telah dikarunai dua anak ini ambyar. Penyebabnya, saling selingkuh.
Diawali perselingkuhan Markucel dengan Srintil, 30, dibalas affair Markonah dengan Srontol,40, pacar lamanya.
”Saya memang balas dendam karena dikhianati. Tapi hubungan saya dengan mantan pacar juga tak berlangsung lama karena dia juga sama kacaunya dengan mantan suami,” ujar perempuan yang tinggal di Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini.
Bagi Markonah, berpisah dengan Markucel yang kini tinggal di Kota Blitar memang tak bisa dihindari.
”Tapi setelah bercerai, mantan suami mengajukan gugatan, ingin menguasai rumah yang sekarang saya tinggali dengan dua anak saya,” terang Markonah kesal.
Kini keduanya bertemu di pengadilan untuk memperebutkan harta gono gini. Padahal, beberapa aset yang lain seperti beberapa petak tanah dan kendaraan sudah dibagi saat mereka bercerai.
Menurut Markonah, hingga saat ini dia masih membayar cicilan kredit rumah yang baru akan lunas tahun depan.
”Saya akan tetap mempertahankan rumah ini agar bisa menjadi tempat tinggal saya dan anak-anak,” ujarnya.
Namun ia mengakui, konflik perebutan harta gono-gini setelah perceraian membuatnya stres dan tak bisa fokus bekerja.
Nah, usut punya usut, ternyata Markucel mengajukan gugatan untuk bisa menguasai rumah tersebut karena bisnisnya kolaps dan terjerat hutang.
Sementara harta gono-gini jatah Markucel juga dikabarkan habis seiring kepergian Srintil dari kehidupan Markucel.
Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito Editor : Editor : Hendarmono Al S.