”Kebahagiaanya memang masih terasa lengkap meski hanya sebagai istri kedua,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya. Namun, sejak 5 bulan belakangan, rumah tangga mulai menemui rintangan. Pertengkaran-pertengkaran kecil menjadi lebih sering terjadi. Semua disebabkan karena keduanya menjalani hubungan jarak jauh. ”Suaminya di Kalimantan, Markonah di Pakis,” imbuhnya.
Selama 5 bulan itulah ia tidak mendapatkan nafkah secara batin. Markonah pun akhirnya merasakan bagaimana menderitanya menjadi perempuan PBB (Pengen Bubuk Bareng). Kondisi itu membuat ia lebih sering uring-uringan. Ia kabarnya juga menginginkan adanya perceraian. Namun, dirinya tidak berani melakukannya. ”Dia inginnya ditalak, bukan yang mengajukan cerai,” imbuh sumber koran ini.
Dari analisanya, kemungkinan Markonah masih memperhitungkan harta gono-gini yang akan didapatkannya. ”Karena selama ini nafkah secara lahirnya masih lancar, setiap bulannya masih dapat transferan dari Markucel,” tambahnya. Sampai saat ini, hubungan keduanya masih merenggang. Markucel juga tetap teguh untuk menjalani hubungan rumah tangga dengan Markonah.(rmc/ulf/by) Editor : Indra Andi