“Hingga pukul 11.45 WIB, BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 23 jiwa, sembilan orang luka-luka, dan dua hilang,” kata Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannya, Minggu (4/4).
Raditya menyatakan, dugaan awal dari banjir bandang di Kabupaten Flores Timur akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (4/4) sekitar pukul 01.00 waktu setempat. “Tiga korban meninggal lainnya yang berhasil ditemukan di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado,” ucap Raditya.
Sementara itu, di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dua warga masih dilaporkan hilang. Sedangkan, sebanyak empat warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat.
“Dilaporkan kondisi di lapangan saat ini hujan masih berlangsung disertai angin kencang,” ujar Raditya melanjutkan.
Selain korban jiwa, banjir bandang itu mengakibatkan kerugian materiil. Puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Selain itu, ada rumah warga hanyut terbawa banjir, serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. “Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan,” ujar Raditya.
Upaya evakuasi di tempat terjadinya bencana terhambat dengan penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin, dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat. “BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya,” terangn Raditya.
Sumber: Jawapos
Editor : Ahmad Yani