Para pejabat yang dilantik adalah Dwiyana Satyani Budyayu sebagai kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, Agus Wibowo menjadi kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muhammad Riyatno sebagai Kepala Dinas Kesehatan serta Harti sebagai kepala Dinas Sosial. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ada juga Albertus Didiek Wibawanto sebagai kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Nurudin Ardiyanto sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Musofa sebagai kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Sang bupati juga melantik Retno Eko Syafariati Nugraheni sebagai staf ahli bidaung Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan dan Supriyadi sebagai Asisten Administrasi Umum.
Yang unik, bupati Afif juga melantik istrinya, Dyah Retno Sulistyowati sebagai kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Tiga pejabat lama juga dilantik karena ada perubahan nomenklatur. Yakni Eko Sutrisno Wibowo (staf ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik), Musyafa (staf ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia) dan Gatot Hermawan (Inspektur Kabupaten Wonosobo) Dengan dilantiknya para pejabat ini, Afif meminta agar bisa segera menyesuaikan dengan jabatan yang telah diembannya. Bupati tidak mau jika kinerja antara plt dan kepala dinas definitif masih sama.
“Harus ada perbedaan. Harus bisa lari untuk mengejar ketertinggalannya selama ini. Sebab tantangan pembangunan kedepan bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan semakin berat,” ujarnya seperti dilansir Radarsemarang (Jawa Pos Group).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo Prayitno menyatakan, saat ini posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang kosong tersisa satu saja. Yakni kepala Dinas Perdagangan dan Usaha Kecil dan Menengah. “Karena dulu saat pelaksanaan open bidding untuk mengisi kekosongan 10 jabatan pimpinan tinggi pratama, Dinas Perdagangan dan UKM masih ada pejabatnya,” terangnya.
Sumber: JPG
Editor : Ahmad Yani