Pengelola Wisata Religi Sunan Ampel Abdul Nasir mengatakan, salat Id berjamaah tetap diadakan. Mereka juga tidak menerapkan pembatasan pengunjung.
”Meskipun diprediksi pada Lebaran nanti pengunjung mencapai 40 ribu, Masjid Sunan Ampel masih bisa menampungnya. Jamaah tidak sampai meluber ke jalan,” katanya. Nasir menyebutkan, kapasitas masjid hampir 80 ribu orang.
Hanya, banyaknya pengunjung membuat physical distancing sulit diterapkan. Mereka bakal salat dengan saf yang rapat. Jika itu terjadi, pihaknya tidak melarang. Yang terpenting, seluruh jamaah wajib memakai masker.
Mengutip Jawapos, Sabtu (8/5), menjelang Lebaran, Masjid Sunan Ampel dibuka selama 24 jam. Semua pengunjung diperbolehkan melaksanakan salat malam dan iktikaf di dalam masjid.
”Kecuali pengunjung yang berziarah ke Makam Sunan Ampel. Sebab, area dalam hanya berkapasitas 3000 orang sehingga harus bergantian,” ucap dia.
Pihaknya tidak membatasi waktu beribadah pengunjung di dalam area makam. Namun, biasanya mereka berada di area makam selama 30–45 menit. Nasir berharap kenaikan pengunjung bisa meningkatkan lagi perekonomian pedagang.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menyatakan, pengunjung Wisata Religi Sunan Ampel wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mulai memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, hingga menerapkan physical distancing. Jika terjadi lonjakan pengunjung, pembatasan harus diterapkan.
Mereka tidak diperbolehkan masuk pada waktu yang bersamaan. Sebab, itu sangat berbahaya. Ganis telah menerjunkan petugas gabungan. Yaitu, satpol PP, BPB linmas, kepolisian, dan TNI. Kemudian, pos penjagaan di sekitar Sunan Ampel didirikan. Dalam waktu dekat, koordinasi dengan pengelola Wisata Religi Sunan Ampel segera dilakukan.
”Yang pasti, kalau ada pelanggaran, pasti harus ditindak. Meski tetap dibuka, prokes wajib diterapkan. Apa pun kondisi di lapangan,” kata Ganis.
Jangan sampai kasus Covid-19 melonjak pasca-Lebaran. Karena itu, seluruh warga tetap menerapkan prokes. Mereka juga dilarang mudik atau bepergian ke luar kota. Cukup stay di rumah. Kecuali dalam kondisi urgen.
Sumber: JPG Editor : Shuvia Rahma