Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Alumni Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dalam pesan singkat. Dirinya serta koleganya pun merasa kehilangan atas kepergian Tengku Zulkarnain.
“Atas nama pribadi dan segenap alumni 212 sangat merasa kehilangan dan dukacita mendalam atas kepergian beliau,” ujar dia kepada wartawan, Senin (10/5).
Slamet menuturkan sosok Tengku Zulkarnain yang merupakan pribadi yang berpendirian teguh. Ia juga mengenal almarhum merupakan orang yang istiqamah saat berdakwah.
“Beliau (Ustad Tengku Zulkarnain) sosok yang teguh pendirian dan Istiqamah dalam berdakwah, tegas dan berani dalam membela pendiriannya,” kata dia.
Eks Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyampaikan bahwa kesibukan Ustaz Tengku Zulkarnain belakangan ini adalah berdakwah. “Saya bersaksi beliau orang baik dan tulus dalam berdakwah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Tengku Zulkarnain lahir di Medan, Sumatera Utara pada 14 Agustus 1963. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, sebelum meninggal, Tengku Zulkarnain dirawat di Pekanbaru selama sepekan. Ustad berdarah Melayu Deli Sumatera Utara tersebut diketahui positif Covid-19.
Penulis : Fanda Yusnia
Editor : Ahmad Yani