Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kapal Pecah, Dua Nelayan Pencari Lobster Masih Belum Ditemukan

Ahmad Yani • Kamis, 2 September 2021 | 15:05 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam. (Antara/ist)
Ilustrasi kapal tenggelam. (Antara/ist)
TULUNGAGUNG – Dua nelayan pencari lobster di sekitar Pantau Ngalur, Kabupaten Tulungagung yang dilaporkan hilang belum ditemukan hingga tadi malam (1/9). Mereka diketahui mengalami laka laut saat perahu yang ditumpangi lima nelayan pecah dan tenggelam Selasa (31/8) malam. Tiga nelayan diketahui selamat dalam insiden tersebut.

“Korban selamat sempat minta tolong warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke kami,” kata Kapolsek Tanggunggunung AKP Kasiyanto di Tulungagung Rabu (1/9). Upaya pencarian dilakukan petugas bersama warga dan nelayan sekitar hingga sore hari namun belum ada tanda-tanda keberadaan kedua korban.

Pencarian akan dilanjutkan pagi ini (2/9), bersama Basarnas dan Portensi SAR lain. “Itu kapalnya juga sudah pecah dan tenggelam,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Jengglungharjo Rudi Santoso yang ikut mengevakuasi korban selamat dari Pantai Ngalur menjelaskan para korban saat ini masih mengalami trauma dan satu di antaranya luka ringan.

“Nelayan yang mengalami luka ringan ini karena tidak mengenakan baju pelampung saat berenang,” katanya.

Berdasar pemeriksaan identitas ketiga korban selamat, diketahui mereka merupakan warga Lombok, Provinsi NTB, namun selama ini berdomisili di sekitar Pantai Damas Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Nelayan pencari lobster itu berangkat dari Pantai Prigi sekitar pukul 17.00 WIB, dan pada pukul 23.00 WIB perahu yang mereka tumpangi terhempas ombak dan pecah di sekitar Pantai Ngalur.

Tiga nelayan berhasil berenang dan terdampar di tepi Pantai Ngalur, sementara dua lainnya masih hilang Kondisi alam di pantai Ngalur, kata Rudi, ombak dalam beberapa hari cukup tinggi. Perahu itu hancur setelah menabrak tebing saat dihempas ombak.

Lima nelayan yang mengalami laka laut dan selamat adalah Junaedi, Jailani dan Emat. Sedang yang masih hilang adalah Erwin dan Pan yang baru bekerja selama dua pekan.

Saat perahu pecah, dua nelayan yang hilang sempat meminta tolong pada teman-temannya. Namunkarena perahu tak dilengkapi pelampung, sehingga nelayan yang selamat tak bisa berbuat banyak.

Sumber: Jawa Pos Group
Editor : Ahmad Yani
#tulungagung #kapal pecah #laka laut #nelayan