Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Momen Lebaran, Gus Ali Dorong Kemendag Stabilkan Harga Sembako

Didik Harianto • Sabtu, 15 April 2023 | 18:27 WIB
Photo
Photo
KABUPATEN - Harga sejumlah kebutuhan pokok terus melonjak naik, jelang memasuki momen lebaran. Sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga tersebut.

Photo
Photo


Melihat kondisi tersebut, anggota DPR RI F-PKB Dapil Malang Raya H. Ali Ahmad, SH, mendorong pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk segera menstabilkan harga sembako. Hal ini disampaikan Gus Ali sapaan akrabnya, dalam gelaran Sosialisasi Kebijakan Sarana Perdagangan dan Logistik di lima lokasi di Kabupaten Malang selama ramadhan. Lima lokasi tersebut yaity di Wajak, Dau, Turen, Pakis dan Tumpang.

Gus Ali menyampaikan masyarakat mulai menjerit dengan harga sembako yang terus meroket. Harga beras misalnya, naik sekitar Rp 3 ribu. “Padahal pemerintah melalui Bulog sudah mematok harga beras di angka Rp 9.900. Tapi kenyataan di lapangan, harga beras justru mencapai angka Rp 13 ribu,” ujarnya.

Belum lagi harga “Minyak Kita” yang juga ikut naik. Padahal Minyak Kita merupakan minyak yang disubsidi pemerintah. Dimana harga aslinya dari pemerintah hanya Rp 14 ribu. Tapi di lapangan, harganya mencapai sekitar Rp 17 ribu per liter. “Ini bagian dari aspirasi yang nanti akan kami sampaikan kepada Pak Menteri Perdagangan,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Gus Ali, Pemerintah harus sigap dan harus segera turun ke pasar-pasar untuk menggelar operasi pasar. Supaya masyarakat, khususnya umat Islam bisa menunaikan ibadah puasa dengan perasaan tenang, karena harga sembako lebih murah. “Tentu ini menjadi tugas Pemerintah melalui Kemendag. Untuk bisa segera mungkin menstabilkan harga sembako,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua tim pemantauan sarana perdagangan direktorat sarana perdagangan dan logistik Kemendag, Muhamad Anwar Achmad, menyampaikan sejumlah kebijakan terkait dengan sarana perdagangan dan logistik Kementerian Perdagangan.

Menurutnya, ada banyak kebijakan perdagangan, salah satunya yakni program pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat. Dimana sampai dengan 2019, di kabupaten Malang ada sekitar 16 pasar yang sudah direvitalisasi. “Begitu juga beberapa pasar di Kota Malang dan di Kota Batu,” sebutnya.

Menurutnya, dalam program tersebut, bukan hanya fisik pasar yang dibenahi, tetapi juga nonfisiknya. Melalui program pelatihan para pengelola pasar.
“Jadi kepala pasarnya kita latih untuk mengelola pasarnya dengan baik,” tuturnya.

Kemudian ada juga program yang namanya program sekolah pasar rakyat. Dengan sasarannya para pedagang. “Mereka kami bina bagaimana cara menata barang dagangan. Bagaimana cara pembukuan. Termasuk bagaimana cara menarik konsumen,” ujarnya.
” Ada juga program aktivasi pasar yang bertujuan agar pasarnya lebih ramai. Dan program perdagangan antar pulau,” tandasnya. (qq/dik) Editor : Didik Harianto
#gus ali #RMA #H Ali Ahmad #Radar Malang Awards 2023