Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Jatim Bersinergi dengan 800 Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga

Didik Harianto • Sabtu, 16 Desember 2023 | 00:44 WIB
Kader yang beruntung mendapatkan hadiah blender, kompor, TV dan lainnya setelah menjawab pertanyaan dari Kepala BKKBN Pusat
Kader yang beruntung mendapatkan hadiah blender, kompor, TV dan lainnya setelah menjawab pertanyaan dari Kepala BKKBN Pusat

BATU - Sebanyak 800 Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga antusias mengikuti program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) hingga percepatan penurunan stunting. Acara ini sukses digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur di Hall Arjuna, Hotel Selecta Kota Batu kemarin (15/12) pagi.

Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K) menyampaikan, peran kader KB dan tim pendamping keluarga se-Jawa Timur sangat luar biasa. Ketika kader berhalangan hadir, sampai kapan pun tidak bisa diganti. Selain itu, kader juga mengambil peran besar dalam percepatan penurunan stunting.

"Penyebab stunting yaitu ASI tidak sesuai kebutuhan, asupan gizi anak tidak baik, pola asuh kurang, dan sanitasi pun mempengaruhi. Seringkali anak sering sakit," terangnya.

Kepala BKKBN Pusat Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K) memberikan sambutan
Kepala BKKBN Pusat Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K) memberikan sambutan

Menurut Hasto, dampak jangka pendek dari stunting ada 4 hal. Di antaranya, terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, adanya gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

"Selanjutnya efek jangka panjang dari stunting yakni menurunnya kemampuan kognitif-prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh, dan meningkatnya risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain," papar dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Dra Maria Ernawati MM. Menurut dia, penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Stunting juga bukan soal pemenuhan makanan atau gizi saja melainkan pola hidup masyarakat. "Pada intinya, kami siap melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menjadikan angka prevalensi menjadi 14 persen dengan pendekatan keluarga," tuturnya.

Tak hanya itu, dukungan percepatan penurunan angka stunting juga dilakukan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti. "Yang perlu dipahami oleh masyarakat yaitu jangan sampai lidah kita dijajah dengan makanan impor. Lebih baik 2 telur cukup untuk menekan stunting. Dengan catatan tinggal pintar-pintarnya Ibu-ibu mengolah makanan," ucapnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti turut hadir
Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti turut hadir

Dia juga berharap, sebuah komitmen untuk program Bangga Kencana dan percepatan penurunan angka stunting harus terus terjaga. Terutama dalam hal memberikan kerja ikhlas dan menebar manfaat bagi masyarakat. (ifa).

Pewarta dan Foto-foto : Afifah Rahmatika/Radar Malang

Editor : Didik Harianto
#Stunting #BKKBN #bkkbn jatim