SURABAYA - Wisata Kota Lama Surabaya berimbas ke Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun.
Kunjungan ke sentra kuliner yang beroperasi malam hari setiap akhir pekan itu meningkat.
Kawasan tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung.
Misalnya saja yang terlihat di lapak Rosidah.
Beberapa orang mengantre membeli nasi kebuli yang dijajakannya pada Minggu malam (13/10).
Kondisi yang sama terlihat di stan pedagang lain.
Bukan hanya stan yang menjual makanan ’’berat’’ alias harus nasi, aneka jajanan kekinian pun menarik perhatian pengunjung.
Banyaknya pengunjung tampak dari penuhnya kursi yang tersedia.
Beberapa pengunjung berusia muda bahkan sampai rela ngemper di lorong belakang lapak pedagang.
Meski begitu, mereka terlihat tetap asyik makan sambil bercengkerama dengan teman-temannya maupun mendengarkan live music.
Rosidah menuturkan, revitalisasi kota lama cukup berpengaruh peningkatan jumlah kunjungan di Kya Kya.
Biasanya yang datang adalah pengunjung yang sebelumnya menghabiskan waktu di Taman Sejarah.
’’Mayoritas rombongan, cari makan ke sini,’’ katanya.
Rosidah mengaku omzetnya meningkat sejak Kota Lama Surabaya diresmikan Juli lalu. Terutama pada Sabtu malam.
’’Bisa dua kali lipat. Minggu masih ramai, tetapi tidak terlalu. Jumat lumayan,’’ terangnya.
Kondisi sama juga dialami Aliyah yang menjajakan beragam dessert.
Menurut dia, pendapatannya lebih baik setelah kawasan kota lama di zona Eropa dipoles.
’’Banyak yang kemudian datang ke sini,’’ katanya.
Lurah Bongkaran Ilham Sampurno menuturkan, tingginya kunjungan ke kota lama memang mendongkrak aktivitas ekonomi di Kya-Kya.
Lokasinya selalu ramai sejak buka pukul 18.00.
’’Tidak pernah sepi sampai tutup,’’ ungkapnya.
Menurut dia, daya tarik tempatnya tidak hanya nuansa yang ikonik. Namun, juga beragam kuliner yang dijajakan.
’’Berbeda-beda setiap stan. Jadi, pengunjung bisa leluasa memilih,’’ paparnya. (edi/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana