Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lima Jalan Utama di Surabaya Semakin Macet

Aditya Novrian • Rabu, 16 Oktober 2024 | 19:05 WIB
JENUH: Kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono mengular cukup panjang. Dishub sudah menyiapkan beberapa upaya untuk mengurainya. RIANA SETIAWAN/JAWA POS
JENUH: Kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono mengular cukup panjang. Dishub sudah menyiapkan beberapa upaya untuk mengurainya. RIANA SETIAWAN/JAWA POS

Lima Ruas Jalan Langganan Macet

1. Jalan Mayjen Sungkono-HR Muhammad
2. Jalan Raya Lontar
3. Perempatan Babatan Unesa
4. Jalan Raya Menganti Lakarsantri
5. Jalan Raya Benowo

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya memberikan atensi khusus terhadap lima ruas jalan yang rawan macet di Surabaya Barat.

Apalagi, tingkat kemacetan di jalan tersebut kian bertambah.

Mulai dari jalan protokol hingga perbatasan antarkota.

Subkoordinator Penyediaan Perlengkapan Jalan Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya Prasetyo Prambayanto menjelaskan, terdapat beberapa titik yang rawan macet di Surabaya Barat (selengkapnya baca grafis).

”Ada yang di jalan protokol ada yang di jalan batas kota,” paparnya.

Dari kajian Dishub, lima ruas jalan tersebut menjadi tambah macet.

Sebab, semakin bertambahnya volume kendaraan seiring bertambahnya penduduk tapi luas jalan tetap.

Salah satu solusinya menambah kapasitas jalan dengan dilebarkan.

Saat ini, strategi itu mulai dikerjakan di Jalan Raya Menganti Lidah Wetan, radial road Lontar, dan pemasangan box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat.

”Di waktu weekend ketika ada hajatan, di jalan tersebut juga sering macet,” tambahnya.

Dari permasalahan itu, disiapkan skema antisipasi. Yakni pemantauan arus lalu lalin di CCTV.

Bila macet, pegawai di ruang Surabaya Intelligent Transport System (SITS) akan berkoordinasi dengan petugas di lapangan.

”Kami selalu menyiagakan petugas di simpul simpul kemacetan saat jam rawan untuk mengatur lalu lintas,” paparnya.

Ditambah memperpanjang durasi TL tentunya dengan melihat situasi di lapangan. (ata/jun/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Surabaya #Kemacetan #surabaya barat #Dinas Perhubungan (Dishub)