SURABAYA – Bungker Tegalsari telah mendapat perbaikan pada 2021 lalu.
Namun, setelah diperbaiki, tak ada kelanjutan perihal pemanfaatan bangunan cagar budaya (BCB) itu.
Padahal, pemkot telah memiliki sejumlah opsi mulai dari co-working space hingga lokasi tempat menampung barang UMKM.
Bangunan yang terletak tepat di belakang Polres Tegalsari itu pun sempat berganti-ganti fungsi.
Mulai kantor satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) hingga tempat penyimpanan peralatan siaga bencana.
Begitu pula pengelolaan dari Dinas Koperasi, UKM, Dan Perdagangan (Dinkopumdag) hingga kini dinaungi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (dispudporapar).
Kabid Pariwisata Disbudporapar Surabaya Farah Andita Ramadhani menyampaikan, opsi pemanfaatan ke depan masih dalam pembahasan antar-instansi.
’’Masih ngobrol dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya karena sempat ada kebutuhan untuk padat karya,’’ ujarnya.
Dia tak menampik beberapa opsi pemanfaatan yang mencuat.
Namun, karena area yang tak terlalu luas, perlu penyesuaian lebih lanjut.
Gagasan kolaborasi dengan Dinkopumdag Surabaya beberapa waktu lalu untuk displai produk UKM pun urung terwujud.
Pihaknya pun belum dapat memastikan pemanfaatan bungker tersebut.
Pakar Tata Kota Petra Christian University Benny Poerbantanoe menyatakan keprihatinan akan kondisi Bungker Tegalsari yang terbengkalai itu.
Menurut dia, pemkot dapat memanfaatkan sebagai tempat edukasi sejarah bagi masyarakat.
Salah satunya bisa berkolaborasi dengan aparat kepolisian untuk mengisi materi.
’’Selain untuk pariwisata, juga bisa sebagai sarana sosialisasi edukasi terkait kamtibmas, apalagi dokumen dan foto sejarah masih ada,’’ jelasnya. (dho/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana