BLITAR - Jumlah penonton dalam laga kandang Arema FC di Stadion Soepriadi masih jauh dari ekspektasi.
Tribun stadion berada di Kota Blitar itu belum pernah full penonton saat Dendi Santoso dkk berlaga disana.
Pada laga melawan Malut United, 19 Oktober lalu misalnya, jumlah penonton mengalami penurunan dibandingkan dua laga sebelumnya.
Berdasar data yang dihimpun wartawan koran ini, laga Arema FC di Stadion Soepriadi tidak pernah lebih dari enam persen dari kapasitas stadion.
Pada pertandingan pertama kontra Dewa United, tercatat sebanyak 831 penonton yang hadir.
Lalu, pada laga kandang kedua kontra Borneo FC Samarinda, jumlah Aremania yang hadir meningkat delapan orang.
Sedangkan dalam laga terakhir melawan Malut United, jumlah penonton turun dengan drastis.
Pertandingan yang digelar 19 Oktober lalu, hanya dihadiri oleh 269 orang saja.
Atau dua persen saja dari kapasitas venue tersebut.
Manajer Tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengatakan, penurunan jumlah penonton bukan sesuatu yang bagus untuk tim.
Karena itu, pihak manajemen terus berupaya menggalang dukungan Aremania lebih banyak untuk laga selanjutnya.
”Kami berencana memberikan potongan harga kepada para Aremania,” jelas dia.
Menurutnya, dukungan suporter sangat penting bagi performa para pemain.
Itu karena dapat membangkitkan mentalitas elemen tim.
Dia berharap, pada laga ke-9 BRI Liga 1 kontra Persija Jakarta, Aremania bisa berbondong bondong ke Blitar.
Itu karena, pihaknya membutuhkan banyak dukungan untuk menghadapi tim besar.
Sementara itu, Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid menyadari penurunan jumlah penonton.
Dia mengatakan, penurunan tersebut tidak bisa lepas dari ketertarikan orang terhadap laga yang berlangsung.
”Tentu saat Arema FC melawan tim yang besar, jumlah penonton juga akan lebih banyak,” jelas dia optimistis.
Menurut perhitungan pihaknya, laga ke-9 Arema FC akan dihadiri banyak penonton.
Itu karena, Arema FC akan menjamu Persija Jakarta.
Lalu, kedua tim itu memiliki sejarah rivalitas di dunia sepak bola tanah air dan di antara pendukung tim punya hubungan baik.
”Kami optimistis penjualan tiket bisa meningkat di laga selanjutnya,” tutur alumnus Universitas Brawijaya itu.
Selain itu, pihaknya terus berupaya menempuh cara lain seperti pemberian potongan harga.
Lalu melakukan kampanye di media sosial Arema FC. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana