SIDOARJO - Tak hanya sosialisasi dan penindakan, jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo punya program lain selama Operasi Zebra Semeru.
Namanya patroli rukyah.
Kemarin, kegiatan itu digelar di Jalan Raya Sidorejo-Trosobo, Krian.
Dalam program itu, polisi mengajak para pelanggar lalu lintas yang terjaring untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama.
Selain itu, para pelanggar juga mendapat teguran.
Satlantas menggandeng para pemuka agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, hingga Konghucu.
”Patroli kali ini adalah bagian dari Operasi Zebra Semeru yang bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kanitgakkum Laka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Ony Purnomo.
Selain imbauan dan patroli reguler, Ony berharap doa bersama ini dapat memberikan energi positif dan keselamatan bagi para pengendara.
Dipilihnya jalur Krian-Balongbendo juga ada sebabnya.
Jalan itu sudah lama menjadi jalur rawan kecelakaan.
Sepanjang tahun ini, telah terjadi sekitar 623 kejadian.
57 orang di antaranya meninggal dunia.
”Jumlah tersebut hampir setengah dari total kecelakaan di Sidoarjo tahun ini,” katanya.
Ony menilai tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah banyaknya kendaraan bermuatan besar yang melintas.
Selain itu, jalur ini masuk wilayah titik lelah pengendara dari luar kota.
”Langkah yang bisa kami lakukan adalah meminimalisir human error atau kelengahan konsentrasi saat berkendara di jalur ini,” ujarnya.
Patroli rukyah sebelumnya juga pernah dilakukan menjelang mudik lebaran beberapa bulan lalu, khususnya di sekitar Jembatan Layang Trosobo. (eza/ris/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana