Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pendapatan Transportasi Publik di Surabaya Tembus Rp 10 M

Aditya Novrian • Kamis, 31 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Photo
Photo

Imbas Penambahan Armada dan Perluasan Rute Suroboyo Bus

SURABAYA - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pengelola Transportasi Umum (PTU) Dishub Surabaya mencatat kenaikan pendapatan signifikan tahun ini.

Hingga pertengahan Oktober 2024, mereka menorehkan angka hingga 196 persen dari target 2024.

Salah satu alasan realisasi pendapatan bisa naik adalah minat masyarakat untuk naik transportasi publik seperti Suroboyo Bus kian meningkat.

Armada Suroboyo Bus tidak pernah sepi dari penumpang, apalagi saat jam-jam sibuk.

Halte-halte selalu terlihat banyak penumpang yang mengantre.

Hal ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, BLUD PTU ditarget pendapatan Rp 6,68 miliar.

Saat ini realisasinya sudah mendekati dua kali lipat.

”Hingga Oktober sudah mencapai Rp 10,63 miliar. Sangat luar biasa, sampai 196 persen dari target. Kalau tahun 2023 lalu target Rp 6,2 miliar pendapatannya sampai akhir tahun juga besar, mencapai Rp 7,3 miliar,” ujar Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru kepada Jawa Pos kemarin.

Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat pendapatan BLUD PTU naik signifikan.

Yakni, adanya penambahan armada transportasi umum.

Misalnya, Wira-wiri Suroboyo yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus di tambah lagi koridor layanannya.

Selain itu, masyarakat yang naik transportasi publik tidak lagi dianggap sebagai orang yang Fomo atau hanya mengikuti tren. Namun murni karena kebutuhan.

Artinya, mulai terbentuk ketergantungan untuk naik angkutan umum.

”Kenaikan signifikan itu bukan hanya dari pendapatan ya. Dari sisi penumpang juga demikian, Suroboyo Bus sampai kemarin penumpangnya sudah mencapai 1,38 juta. Sedangkan Wira-wiri Suroboyo mencapai 930.646 penumpang,” katanya.

Tundjung menyebut, jika jumlah penumpang dinilai dalam rupiah, maka pendapatan akan semakin besar.

Namun, ada kelompok masyarakat yang difasilitasi secara penuh.

Misalnya, warga lanjut usia (lansia) tidak perlu membayar alias gratis dan siswa sekolah yang hanya dikenai tarif separo.

”Yang pasti, kami upayakan terus penambahan armada agar keterjangkauan semakin luas. November 2024 nanti ada tamabahn bus baru yang akan beroperasi,” terang Tundjung.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto mengatakan, penambahan armada perlu menjadi konsentrasi Pemkot Surabaya ke depan.

Sebab, kebutuhan semakin tinggi. Mobilisasi masyarakat juga akan terbantu.

”Kami sudah berkomunikasi dengan dishub. Artinya mereka sudah ada komitmen. Tapi kami juga meminta agar jangan lama-lama realisasinya,” ujar Politikus Demokrat itu. (gal/oni/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Surabaya #PTU #BLUD #dishub surabaya #transportasi publik #suroboyo bus #Kenaikan Pendapatan