SURABAYA – Masih banyak warga Surabaya yang belum mengantongi E-KTP.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat ada 12.492 warga yang belum melakukan perekaman E-KTP.
Dari data itu, mayoritas merupakan pemilih pemula.
Yakni mereka yang baru berusia 17 tahun.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Surabaya Laily Susanti mengatakan, sebagian besar pemilih pemula yang belum merekam E-KTP itu berasal dari tiga kecamatan.
’’Yakni Kecamatan Semampir, Sawahan, dan Tambaksari,’’ sebut Laily kemarin kepada Jawa Pos.
Untuk mempercepat perekaman, pihaknya turun ke sejumlah SMA.
Cara tersebut dinilai ampuh untuk mendongkrak capaian E-KTP.
’’Program jemput bola perekaman e-KTP banyak diikuti pemilih pemula,’’ ujar pejabat eselon II B Pemkot Surabaya itu.
Dispendukcapil juga meng-upload data warga yang belum memiliki E-KTP.
Data itu akan dicek oleh RT/RW.
’’Untuk memastikan apakah mereka masih tinggal di Surabaya. Sebab, ada yang mondok atau kuliah di luar kota,’’ jelasnya.
Di samping itu, Kecamatan juga menambah jam perekaman.
Setiap Selasa, perekaman E-KTP berlangsung hingga pukul 20.00.
Beberapa kecamatan juga membuka layanan pada hari Minggu.
’’Targetnya pada 27 November 2024 seluruh pemilih bisa menggunakan hak pilihnya,’’ jelas Laily.
Harapannya, ribuan warga yang belum mengantongi E-KTP segera melakukan perekaman.
Karena pada pemungutan suara, mereka harus menunjukkan E-KTP.
Dispendukcapil akan melakukan pendataan secara berkala jika ada tambahan warga yang belum melakukan perekaman E-KTP. (omy/c17/aph/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana