Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nenek Hasna dan Keluarga, Tidur “Shift-Shifan” di Rumah 2x3 Meter

Aditya Novrian • Senin, 11 November 2024 | 00:20 WIB
Nenek Hasna ketika diwawancarai oleh tim Volix Media (Youtube Volix Media)
Nenek Hasna ketika diwawancarai oleh tim Volix Media (Youtube Volix Media)

RADAR MALANG - Kondisi permukiman padat di Jakarta memaksa sebagian masyarakatnya untuk tidur "shift-shifan"  karena terbatasnya ruang dalam rumah mereka.

Hal ini ditemukan terutama di kawasan padat penduduk.

Di permukiman padat RW 012 Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta, kisah hidup Nenek Hasna (63) menggambarkan perjuangan di tengah keterbatasan.

Sejak 2013, Ketua RW 012, Imron Buchari, memimpin 11 RT yang dihuni sekitar 1.400 kepala keluarga dengan total 2.500 jiwa.

Dilansir dari uggahan Youtube Volix Media ia mengungkakpan mayoritas warganya berpenghasilan rendah, bekerja sebagai pedagang kaki lima, membuka warung kecil, atau menjadi demonstran bayaran.

Kondisi permukiman ini sangat padat, di mana satu rumah bisa dihuni tiga hingga empat keluarga.

Nenek Hasna tinggal bersama 13 anggota keluarga, termasuk anak, cucu, dan cicitnya, di sebuah rumah berukuran 2x3 meter tanpa sinar matahari yang cukup.

Mereka harus tidur bergantian, anak-anak dan orang tua diutamakan tidur lebih awal, sementara anggota keluarga yang lebih muda bekerja di malam hari sebagai pengamen, lalu tidur di pagi harinya.

Bagi Nenek Hasna, kehidupan ini melelahkan.

Ia mulai tidur pada sore hari dan bangun tengah malam, lalu memberi giliran tidur kepada anak-anaknya.

Sedangkan ia lanjut bekerja, menyapu dan mengumpulkan botol bekas, kemudian lanjut tidur di pagi hari sebelum beraktivitas lagi.

Tidur pun terkadang dilakukan sambil duduk karena keterbatasan ruang.

Situ Juwariyah (59), warga yang telah tinggal selama 20 tahun di Tanah Tinggi, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Nenek Hasna, yang sering merasa lelah dengan keadaan.

Keadaan ekonomi membuat anak-anak Nenek Hasna tidak mampu menyewa tempat tinggal, sehingga tinggal bersama di rumah kecil nenek hasna tersebut.

Kadang, Nenek Hasna bahkan berpikir untuk menjual rumahnya. (Septi Alina)

 

Editor : Aditya Novrian
#nenek hasna #Tidur #Shift-shift