Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Reog Ponorogo Resmi Jadi Warisan Takbenda UNESCO, Budaya Indonesia Mendunia

Aditya Novrian • Kamis, 5 Desember 2024 | 20:02 WIB
Reog Ponorogo (Pinterest)
Reog Ponorogo (Pinterest)

RADAR MALANG - Reog Ponorogo resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding.

Penetapan ini dilakukan pada Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage ke-19 di Asuncion, Paraguay, Selasa (3/12).

Dengan pengakuan ini, Reog Ponorogo menjadi seni budaya Indonesia ke-14 yang diakui oleh UNESCO, menyusul wayang, batik, dan gamelan.

Tari tradisional asal Ponorogo, Jawa Timur, ini dikenal karena unsur kebatinan dan hal-hal mistis yang menyertainya.

Reog Ponorogo bertujuan mempererat tali silaturahmi masyarakat dan menampilkan penari dengan topeng macan berhias bulu merak berukuran besar.

Penari utama, yang mengenakan topeng tersebut, menari dengan gerakan meliuk-liuk yang memukau.

Delegasi Indonesia untuk UNESCO, Mohamad Noer, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Komite Warisan Budaya Takbenda serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam proses peresmian ini.

Dalam pertemuan tersebut, UNESCO menayangkan video Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, yang menyampaikan pesan penting tentang pelestarian Reog Ponorogo.

"Reog Ponorogo bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga identitas dan kebanggaan bangsa. Kami mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni ini agar nilai luhur yang terkandung tetap hidup," ujarnya.

Sulaiman Syarif, Duta Besar RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay, juga menegaskan pentingnya pengakuan ini.

"Pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo memperkuat kerja sama dan pertukaran budaya Indonesia, tidak hanya dengan Amerika Latin, tetapi juga dengan seluruh dunia," ungkapnya.

Dengan pengakuan ini, diharapkan Reog Ponorogo semakin dikenal dunia dan menjadi simbol kebanggaan serta identitas budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan. (Septi Alina)

Editor : Aditya Novrian
#UNESCO #warisan #resmi #reog ponorogo #Jadi #takbenda