Radar Malang - Amerika Serikat (AS) dan Jepang berencana berinvestasi dalam pengembangan Small Modular Reactor (SMR) di Indonesia.
Proyek ini akan direalisasikan melalui skema business to business (B2B) bersama PT PLN (Persero).
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur energi nasional dengan memanfaatkan teknologi energi bersih.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa selain AS dan Jepang, sejumlah negara lain, termasuk Prancis, Korea Selatan, Rusia, dan China, juga menunjukkan minat serupa.
Ketertarikan ini mengemuka dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di sela KTT G20 di Brasil dan KTT APEC di Peru.
Menurut Airlangga, energi nuklir kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai alternatif energi bersih yang efisien dan berbiaya kompetitif.
Teknologi SMR, misalnya, memiliki keunggulan dalam durasi penggunaan yang panjang, yakni hingga 10-15 tahun, tanpa memerlukan pengisian ulang bahan bakar secara rutin.
"Hal ini menunjukkan bahwa energi nuklir memiliki prospek cerah untuk mendukung kebutuhan energi global sekaligus mengurangi emisi karbon," ujar Airlangga.
Investasi ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi di Indonesia menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Langkah strategis ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pengembangan teknologi energi di kawasan Asia. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian